SOLO — Kekalahan ketiga dalam lima laga terakhir menjadi catatan kelam bagi Persita Tangerang. Gawang mereka jebol tiga kali tanpa perlawanan berarti dari Persis Solo pada pertandingan Super League 2025/2026, Senin lalu.
Carlos Pena tak menampik jika kekalahan ini adalah yang paling menyakitkan. Ia menyoroti betapa mudahnya lawan mencetak gol ke gawang Persita.
"Kami kebobolan dengan gol-gol mudah. Itu yang paling membuat frustrasi," ujar pelatih asal Spanyol itu dalam konferensi pers usai laga.
Tak hanya pelatih, bek andalan Persita, Javlon Guseynov, juga angkat bicara. Ia mewakili pemain menyampaikan rasa bersalah yang mendalam kepada suporter yang sudah setia mendukung.
"Kami minta maaf kepada suporter. Hasil ini sangat mengecewakan dan tidak sesuai dengan perjuangan kalian," kata Guseynov.
Hasil ini menambah daftar panjang kebobolan Persita musim ini. Dari segi statistik, Persita tercatat kebobolan rata-rata dua gol per pertandingan dalam lima laga terakhir.
Carlos Pena menegaskan pihaknya akan segera melakukan evaluasi total, terutama pada lini pertahanan yang dinilai terlalu rapuh saat menghadapi serangan balik cepat Persis.
Persita dijadwalkan kembali bertanding akhir pekan ini. Dengan mental pemain yang tengah drop, Carlos Pena mengakui tugasnya kini lebih berat dari sebelumnya.
"Kami harus bangkit. Tidak ada waktu untuk larut dalam kekecewaan. Suporter berhak melihat tim ini bertarung lebih baik," pungkasnya.