Kapolres Sragen Hadirkan Ustadz Rizal Dj Kasim untuk Siraman Rohani, Targetkan Personel Lebih Humanis dan Disiplin

Penulis: Usman Harun  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 12:41:37 WIB
Kapolres Sragen menggelar siraman rohani untuk memperkuat mental personel kepolisian.

SRAGEN — Sebanyak ratusan personel Polres Sragen mengikuti sesi siraman rohani yang digelar di Mapolres setempat, pekan lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan mental yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Sragen untuk memperkuat fondasi spiritual anggota.

Mengapa Polisi Butuh Siraman Rohani Berkala?

Kapolres Sragen menilai bahwa tekanan psikologis dan godaan pelanggaran integritas di lapangan membutuhkan benteng mental yang kuat. Melalui pengajian rutin ini, pimpinan berharap setiap personel tidak hanya patuh pada aturan formal, tetapi juga memiliki kesadaran moral dari dalam diri.

“Kami ingin anggota tidak sekadar takut pada sanksi, tapi punya kesadaran spiritual yang menuntun mereka bersikap humanis saat berhadapan dengan masyarakat,” ujar perwakilan Bagian SDM Polres Sragen saat ditemui usai acara.

Ustadz Rizal Dj Kasim: Materi Dikemas dengan Analogi Tugas di Lapangan

Dalam sesi perdana, Ustadz Rizal Dj Kasim menyampaikan materi tentang keseimbangan antara tugas sebagai aparat penegak hukum dan tanggung jawab sebagai hamba Tuhan. Ia menyoroti pentingnya mengelola ego dan amarah saat menangani kasus-kasus sensitif di tengah masyarakat.

Pendekatan ini sengaja dipilih agar pesan keagamaan terasa relevan dengan keseharian anggota yang kerap berhadapan dengan tekanan tinggi. Tidak ada ceramah yang monoton; Ustadz Rizal justru banyak membuka sesi tanya jawab interaktif.

Jadwal Rutin dan Target ke Depan

Program siraman rohani ini direncanakan berlangsung secara periodik setiap bulan. Materi yang disajikan akan berganti tema sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan, mulai dari etika pelayanan publik hingga pengendalian diri saat menghadapi provokasi.

Pimpinan Polres Sragen menargetkan, dalam enam bulan ke depan, tingkat pelanggaran disiplin internal bisa berkurang signifikan. Indikator keberhasilan lainnya adalah meningkatnya jumlah pengaduan masyarakat yang berujung pada penyelesaian secara kekeluargaan.

Respons Personel: “Baterai Mental Diisi Ulang”

Beberapa anggota yang ditemui mengaku kegiatan ini terasa segar di tengah rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Mereka menilai bahwa pembinaan mental selama ini seringkali hanya bersifat administratif, bukan menyentuh sisi batin.

“Ini seperti baterai mental diisi ulang. Kami jadi ingat kembali bahwa profesi ini bukan sekadar mengejar target, tapi juga ibadah,” ujar seorang Bintara Polres Sragen yang enggan disebut namanya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top