SOLO — Di bawah terik matahari pagi, puluhan warga bersama aparatur kelurahan dan Satpol PP tampak sibuk menyapu halaman, mencabut rumput liar, dan mengangkut tumpukan sampah di area Benteng Vastenburg. Suara sapu lidi berpadu dengan obrolan ringan warga yang antusias mengikuti kerja bakti tersebut.
Kegiatan ini sengaja digelar Pemkot Solo untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional secara lebih konkret. Alih-alih hanya menggelar upacara di halaman kantor, pemerintah daerah memilih aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lingkungan sekitar.
Benteng Vastenburg yang terletak di pusat Kota Solo memang bukan sekadar bangunan tua. Situs peninggalan kolonial Belanda ini kerap menjadi ikon kota dan ruang publik yang dikunjungi banyak orang. Namun, kebersihan kawasan tersebut kerap kali luput dari perhatian.
Kerja bakti ini diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kepedulian warga terhadap kebersihan dan kelestarian cagar budaya. “Kami ingin Harkitnas tidak hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan,” ujar salah satu pejabat Pemkot yang memimpin langsung kegiatan tersebut.
Di balik sapu dan gerobak sampah, ada pesan yang coba ditanamkan: kebangkitan sebuah bangsa dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan terdekat. Warga yang ikut serta mengaku senang karena bisa berkontribusi langsung untuk kotanya.
“Biasanya hanya lihat dari jauh, sekarang ikut nyapu. Rasanya beda, lebih peduli sama lingkungan sendiri,” ujar seorang warga yang tinggal tidak jauh dari benteng.
Pemkot Solo berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin. Bukan hanya di Benteng Vastenburg, tetapi juga di titik-titik ruang publik lain yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan begitu, semangat Harkitnas tidak hanya menggema setahun sekali, tetapi terasa setiap hari di sudut-sudut kota.