NPC Indonesia Gelar Pelatihan Klasifikasi Olahraga Disabilitas di Solo, Target Perburuan Atlet Potensial Lebih Efektif

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:13:31 WIB
Pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas tingkat nasional digelar di Solo untuk meningkatkan akurasi identifikasi atlet.

SOLO — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggelar pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas tingkat nasional di Kota Solo. Pelatihan yang berlangsung sejak Selasa (19/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026) ini dikhususkan untuk kategori disabilitas fisik.

Mengapa Klasifikasi Atlet Disabilitas Penting?

Klasifikasi menjadi tahap krusial dalam olahraga disabilitas. Tanpa klasifikasi yang tepat, atlet bisa ditempatkan di kelas yang tidak sesuai dengan kondisi fisiknya, yang berujung pada ketidakadilan kompetisi.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pengurus NPC provinsi dan kabupaten/kota dengan kemampuan mengidentifikasi serta mengklasifikasikan atlet secara akurat. Harapannya, proses perburuan bakat tidak lagi berjalan secara asal-asalan.

Target: Menemukan Bibit Unggul dari Daerah

Selama ini, banyak atlet potensial di daerah yang tidak terdeteksi karena minimnya tenaga klasifikator. Akibatnya, ajang pencarian bakat seringkali hanya menjaring atlet dari kota-kota besar.

Dengan pelatihan ini, NPC Indonesia ingin memperluas jangkauan pencarian atlet hingga ke pelosok. Solo dipilih sebagai lokasi karena dianggap representatif sebagai pusat kegiatan olahraga di Jawa Tengah.

Pelatihan Berlangsung Selama Empat Hari

Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik klasifikasi fisik. Peserta diajarkan cara mengukur rentang gerak sendi, kekuatan otot, hingga koordinasi anggota gerak.

Setelah teori, peserta langsung praktik dengan atlet disabilitas yang sudah disiapkan panitia. Metode ini dianggap efektif untuk memastikan pemahaman peserta tidak hanya berhenti di ruang kelas.

Dampak bagi Atlet Disabilitas di Jawa Tengah

Dengan bertambahnya jumlah klasifikator yang kompeten, atlet disabilitas di Jawa Tengah dan sekitarnya berpeluang lebih besar untuk terdata dan dibina. Proses seleksi menuju ajang nasional seperti Peparnas pun diharapkan lebih transparan.

NPC Indonesia menargetkan setiap provinsi memiliki setidaknya dua hingga tiga klasifikator bersertifikat dalam dua tahun ke depan. Solo menjadi salah satu titik awal dari target tersebut.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top