Ketua DPRD Kendal Soroti Nasionalisme Gen Z: Bukan Sekadar Upacara, Perlu Gerakan Nyata

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:06:52 WIB
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menyoroti pentingnya gerakan nyata dalam menumbuhkan nasionalisme Gen Z.

KENDAL — Usai mengikuti upacara peringatan Harkitnas di Alun-alun Kendal, Rabu (20/5/2026), Mahfud Sodiq menyampaikan keprihatinannya. Menurut politisi tersebut, rasa nasionalisme tidak bisa ditanamkan hanya melalui kegiatan formal yang bersifat ritual belaka.

“Ada PR untuk Gen Z, nasionalisme harus dibina, bukan sekadar ritual formal tapi lewat gerakan nyata,” tegas Mahfud dalam pernyataannya.

Mengapa Seremoni Saja Tidak Cukup?

Mahfud menilai, generasi muda saat ini tumbuh di era perubahan yang sangat cepat, terutama dalam teknologi informasi. Tantangan kebangsaan pun bergeser. Jika dulu ancaman bersifat fisik dan teritorial, kini lebih banyak bersinggungan dengan perang informasi dan pengaruh budaya asing.

“Pemerintah daerah punya tanggung jawab besar. Bonus demografi yang kita miliki harus jadi pilar, jangan sampai jadi beban,” ujarnya menambahkan.

Bupati: Tantangan Berubah, Jati Diri Harus Tetap

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang hadir dalam upacara yang sama, mengamini hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa semangat kebangkitan nasional bersifat dinamis. Artinya, cara merawat nasionalisme harus terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan akar budaya bangsa.

“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” kata Dyah dalam amanatnya.

Bupati menambahkan, pada tahun 2026 ini, tantangan utama bangsa bukan lagi soal kedaulatan wilayah, melainkan kedaulatan informasi dan penguasaan transformasi digital. Tema Harkitnas tahun ini pun dinilai sejalan dengan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui peran seluruh elemen bangsa.

Aksi Nyata seperti Apa yang Diharapkan?

Meski tidak merinci bentuk kegiatan spesifik, Mahfud Sodiq menekankan bahwa partisipasi Gen Z dalam pembangunan daerah menjadi kunci. Ia mendorong agar kaum muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan pengambilan kebijakan di tingkat lokal.

“Bonus demografi dilihat sebagai salah satu pilar penting yang harus terus didorong agar arah negara ke depan menjadi semakin baik,” ungkap Mahfud.

Pernyataan kedua pemimpin daerah ini menjadi pengingat bahwa di tengah euforia digital, menumbuhkan rasa cinta tanah air membutuhkan strategi yang relevan dengan keseharian generasi muda, bukan sekadar mengenang masa lalu di lapangan upacara.

Reporter: Usman Harun
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top