KENDAL — Setiap Jumat sore, halaman TPS 3R KMP Rejo Mulyo di Desa Margorejo berubah menjadi loket bank mini. Warga datang dengan kantong-kantong berisi sampah plastik yang sudah dipilah di rumah. Sampah itu ditimbang, dicatat dalam buku tabungan, dan nilainya diakumulasi menjadi saldo milik masing-masing nasabah.
Program tabungan sampah ini bukan sekadar gerakan lingkungan. Ketua TPS 3R Rejo Mulyo, Sunoto, mengatakan sampah plastik yang terkumpul akan diolah menjadi bahan baku petasol, produk daur ulang bernilai jual. Hasil penjualan itu kemudian dikembalikan ke warga dalam bentuk saldo tabungan.
“Warga jadi lebih semangat menabung sampah karena ada nilai manfaat yang dirasakan langsung,” ujar Sunoto.
Yang membuat program ini berbeda, tabungan sampah tidak hanya bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai. Warga juga bisa menukarkan saldo mereka dengan emas. Skema ini menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah, terutama ibu rumah tangga yang ingin memiliki logam mulia tanpa harus mengeluarkan uang tunai.
Salah satu warga, Siti Amanah, mengaku sudah mengumpulkan 25 kilogram sampah plastik sejak bergabung. Ia rutin memilah sampah rumah tangga dan menyisihkan plastik bekas kemasan, botol, dan kantong kresek untuk ditabung.
“Program ini membuat kami lebih semangat memilah sampah karena hasilnya bisa menambah penghasilan,” kata Siti.
Keberadaan TPS 3R Rejo Mulyo perlahan mengubah kebiasaan warga Margorejo. Sampah plastik yang dulu dianggap tidak berguna dan berakhir di tempat pembuangan akhir, kini dipandang sebagai aset ekonomi. Pola ini sekaligus menjadi solusi konkret mengurangi volume sampah plastik di lingkungan permukiman.
Sunoto menambahkan, pihaknya terus mendorong warga agar semakin sadar bahwa sampah masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan benar. Program tabungan sampah ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai proyek lingkungan, tetapi menjadi budaya baru yang berkelanjutan di masyarakat.
Hingga saat ini, total sampah plastik yang terkumpul dari 180 nasabah aktif mencapai 1 ton 3 kuintal. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi warga di desa tersebut.