IHSG Anjlok 2,06 Persen ke 6.584, Rupiah Terperosok ke Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:47:47 WIB
IHSG turun 2,06 persen ke level 6.584,762 pada pembukaan pasar pagi ini.

JAKARTA — Pasar keuangan Indonesia dibuka di zona merah pada awal pekan ini. IHSG langsung tergerus 138,558 poin ke level 6.584,762 pada pukul 09.00 WIB, setelah pada sesi preopening sempat turun 1,40 persen ke angka 6.628,976.

Tekanan jual juga melanda bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 di Jepang ambles 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, dan Straits Times Singapura turun 0,32 persen. Satu-satunya yang masih bertahan di zona hijau adalah indeks SSE Composite China yang naik tipis 0,06 persen.

Rupiah Terus Tertekan ke Level Terlemah

Di pasar valuta asing, rupiah pagi ini kembali kehilangan pijakan. Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda diperdagangkan di Rp 17.630 per dolar AS, melemah 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Level ini menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa waktu terakhir, menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

Fakta Singkat Pergerakan Pasar Pagi Ini

  • IHSG dibuka turun 2,06 persen ke 6.584,762 — level terendah dalam sepekan terakhir.
  • Rupiah melemah 0,19 persen ke Rp 17.630 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp 17.700.
  • Empat dari lima bursa Asia utama bergerak negatif, dipimpin Nikkei yang turun 1,02 persen.

Sentimen Apa yang Menekan Pasar?

Pelemahan IHSG dan rupiah terjadi bersamaan dengan aksi jual di pasar saham kawasan. Pelaku pasar masih mencerna data ekonomi global dan ekspektasi suku bunga acuan Amerika Serikat yang tetap tinggi. Tekanan eksternal ini membuat investor cenderung wait and see atau melepas aset berisiko dari negara berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas bursa maupun Bank Indonesia terkait langkah stabilisasi. Pelaku pasar akan mencermati pergerakan indeks pada sesi kedua untuk melihat apakah tekanan jual mereda atau justru berlanjut.

Reporter: Usman Harun
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top