SOLO — PSSI telah menetapkan tiga stadion di wilayah Solo Raya dan Boyolali sebagai venue resmi Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Stadion Sriwedari dan Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, serta Stadion Kebogiro di Boyolali, akan menjadi saksi perjuangan 16 klub yang berlaga mulai 30 Mei mendatang.
Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bagi klub-klub dari level akar rumput untuk naik kasta ke Liga 3. Tiket promosi yang diperebutkan hanya terbatas, membuat setiap laga dipastikan berlangsung ketat.
PSSI belum merilis secara resmi seluruh nama peserta yang akan berlaga di putaran nasional. Namun, berdasarkan regulasi yang berlaku, peserta merupakan klub-klub yang lolos dari babak provinsi masing-masing. Sebaran klub dipastikan berasal dari berbagai pulau, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur.
Setiap klub telah melalui seleksi ketat di tingkat daerah sebelum akhirnya tiba di babak nasional. Mereka membawa ambisi besar untuk mengukir sejarah dan membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
Pemilihan Solo Raya dan Boyolali sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Infrastruktur stadion yang representatif menjadi pertimbangan utama. Stadion Sriwedari yang baru direnovasi, Stadion UNS dengan fasilitas modern, dan Stadion Kebogori Boyolali yang sudah berstandar nasional dinilai memenuhi syarat penyelenggaraan.
Selain itu, antusiasme masyarakat Solo Raya terhadap sepak bola sangat tinggi. Dukungan suporter dan atmosfer pertandingan di kota ini kerap menjadi nilai tambah bagi setiap event olahraga nasional.
Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 akan dimulai pada 30 Mei. Seluruh pertandingan fase grup hingga babak final akan digelar di tiga venue yang telah ditentukan. Sistem kompetisi menggunakan format setengah kompetisi di fase grup, dilanjutkan dengan sistem gugur.
Klub-klub peserta akan dibagi ke dalam beberapa grup. Dua tim terbaik dari masing-masing grup berhak melaju ke babak selanjutnya, hingga akhirnya tersisa satu tim yang keluar sebagai juara dan berhak atas tiket promosi ke Liga 3.
Kehadiran tim dari berbagai daerah selama sepekan lebih diprediksi menggerakkan sektor ekonomi lokal. Hotel, rumah makan, transportasi, dan UMKM di sekitar venue akan menikmati dampak langsung dari perhelatan ini.
Pemerintah Kota Solo dan Pemerintah Kabupaten Boyolali telah berkoordinasi untuk menyiapkan akomodasi dan keamanan selama turnamen berlangsung. Kerja sama antar daerah ini menjadi contoh sinergi positif dalam penyelenggaraan event olahraga nasional.