SEMARANG — Program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Jawa Tengah mendapat suntikan dana segar dari Baznas. Bantuan diberikan kepada 111 penerima manfaat dengan total nilai Rp2,14 miliar pada tahun ini.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan program ini bukan sekadar membangun ulang tembok dan atap. Lebih dari itu, kata dia, bantuan ini menghadirkan kembali harapan dan martabat bagi warga yang tinggal di hunian memprihatinkan.
“Rumah yang layak menjadi fondasi penting untuk membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya, dalam acara penyaluran bantuan, Senin lalu.
Data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan backlog perumahan di Jateng pada awal 2025 mencapai 1.332.968 unit. Hingga akhir tahun lalu, sebanyak 274.514 unit berhasil ditangani, menyisakan 1.058.454 unit.
Pada Triwulan I 2026, realisasi penanganan RTLH bertambah 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga Triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit. Sisa backlog masih sekitar 1.051.656 unit.
Gus Yasin mengakui angka itu masih besar. Penyelesaiannya, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemda. Perlu dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, CSR perusahaan, Baznas, hingga masyarakat.
Gus Yasin mengajak warga menjaga semangat gotong royong. Menurutnya, kenyamanan hidup tidak hanya lahir dari bangunan rumah yang kokoh, tetapi juga dari lingkungan sosial yang saling peduli.
“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung bantu. Ini yang penting,” katanya.
Ia juga mengapresiasi ASN muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang rutin menyalurkan zakat penghasilan melalui Baznas. Dana tersebut dimanfaatkan untuk program sosial, termasuk membantu warga memperbaiki rumah.
Salah satu penerima bantuan, Rohmiyati (54), warga Getasan, mengaku rumahnya selama ini dalam kondisi memprihatinkan. Ia harus merawat suami yang menderita gagal ginjal dan menjalani cuci darah dua kali sepekan.
Pekerjaan serabutan yang ia jalani tidak cukup untuk memperbaiki rumah yang rusak. Bantuan rehab RTLH dari Baznas Jateng menjadi harapan baru.
“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap Rohmiyati haru.
Taj Yasin meminta seluruh dinas terkait, khususnya perangkat daerah yang menangani perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota, mengawal pelaksanaan bantuan agar tepat sasaran. Ia berharap proses rehabilitasi tetap berjalan dengan semangat gotong royong di tengah masyarakat.