PURWOREJO — Warga di desa-desa terpencil Kabupaten Purworejo kini tak perlu lagi menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bertemu dokter spesialis. Program Speling yang digulirkan Dinkesda bersama rumah sakit pelaksana sudah menjangkau 21 desa di 12 kecamatan sejak awal tahun ini.
Lima dokter spesialis diterjunkan langsung ke lokasi, mulai dari spesialis obstetri dan ginekologi (obsgyn), penyakit dalam, anak, jiwa, hingga paru. "Speling ini jawaban atas keluhan warga desa yang sulit mendapat akses dokter spesialis, kita jemput bola langsung ke desa," kata Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, Senin (11/5/2026).
Dari ribuan warga yang diperiksa, Dinkesda mencatat hipertensi dan diabetes menjadi kasus dominan. Selain itu, gangguan kehamilan risiko tinggi, ISPA, dan masalah kesehatan jiwa ringan juga sering ditemukan para dokter spesialis selama turun ke desa.
dr. Darmi, sapaan akrabnya, menyebut deteksi dini lewat program ini menjadi kunci menekan angka kematian ibu, stunting, dan penyakit tidak menular di Purworejo. "Kalau penyakit terdeteksi dini oleh spesialis, maka biaya pengobatan jangka panjang bisa ditekan," ujarnya.
Speling tercatat sudah dua kali menyambangi enam kecamatan: Bagelen, Bayan, Loano, Purworejo, Bruno, dan Gebang. Sementara enam kecamatan lainnya—Kaligesing, Kemiri, Pituruh, Purwodadi, Kutoarjo, dan Banyuurip—baru dikunjungi satu kali.
Dengan sisa target sebanyak 445 warga, Dinkesda akan memprioritaskan desa-desa terpencil yang akses ke RSUD masih jauh. "Prinsipnya warga tidak boleh kesulitan karena alasan geografis," tegas dr. Darmi.
Yang menarik dari program ini, anggaran operasional Speling tidak mengganggu keuangan daerah secara besar. Menurut dr. Darmi, biaya dokter spesialis dan obat ditanggung oleh rumah sakit pelaksana, sementara anggaran dinkesda diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis di puskesmas.
Kolaborasi ini membuat layanan spesialis yang biasanya hanya tersedia di RSUD kini bisa dirasakan warga desa tanpa biaya transportasi dan antrean panjang. "Speling ini investasi kesehatan," pungkasnya.