Rekor 16 gol milik Miroslav Klose terancam pecah saat gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ekspansi turnamen menjadi 48 tim memberikan panggung lebih luas bagi Lionel Messi untuk menahbiskan diri sebagai predator tersubur sepanjang sejarah.
Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 bakal menyajikan persaingan sengit para juru gedor. Fokus utama kini tertuju pada upaya perombakan daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen empat tahunan tersebut. Penambahan jumlah peserta dan durasi kompetisi menjadi faktor kunci yang dapat mengubah peta sejarah sepak bola dunia.
Lionel Messi saat ini mengantongi 13 gol setelah sukses membawa Argentina merengkuh trofi juara di Qatar. Kapten tim nasional Argentina tersebut hanya membutuhkan tambahan empat gol untuk melewati pencapaian Miroslav Klose. Jika Messi mampu mengemas tiga gol, ia akan menyamai rekor sang legenda Jerman tersebut.
Peluang penyerang berjuluk La Pulga ini sangat terbuka mengingat statusnya sebagai tumpuan utama lini serang La Albiceleste. Mata dunia akan tertuju pada setiap pergerakan Messi di lapangan, menantikan apakah sang megabintang mampu mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen paling bergengsi ini.
Selain Messi, nama Kylian Mbappe juga muncul sebagai ancaman serius bagi rekor Klose. Para bintang sepak bola dunia saat ini memiliki ambisi besar untuk memanfaatkan panggung di Amerika Utara guna mengukir sejarah baru yang sulit dipatahkan di masa depan.
Turnamen edisi ke-23 ini mencatatkan sejarah dengan kehadiran 48 negara peserta, meningkat signifikan dari format 32 tim nasional yang telah lama digunakan. Perubahan format ini berdampak langsung pada total laga yang melonjak hingga 104 pertandingan di tiga negara tuan rumah.
Peningkatan jumlah pertandingan memberikan keuntungan taktis bagi para penyerang kelas dunia. Dengan fase grup yang lebih padat dan potensi babak gugur yang lebih panjang, kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol semakin terbuka lebar bagi pemain yang mampu menjaga konsistensi hingga partai final.
Miroslav Klose mengukir sejarah besar saat mencetak gol ke-16 dalam kemenangan ikonik Jerman 7-1 atas Brasil pada semifinal Piala Dunia 2014. Momen tersebut terasa sangat emosional karena dilakukan di tanah kelahiran Ronaldo Nazário, pemegang rekor sebelumnya yang harus rela takhtanya direbut.
Klose dikenal sebagai penyerang dengan kemampuan sundulan dan penempatan posisi yang sangat efektif di kotak penalti. Ketajamannya menjadikannya tolok ukur bagi setiap striker yang berlaga di ajang empat tahunan ini. Selama bertahun-tahun, rekor 16 gol miliknya dianggap sebagai angka yang sulit dijangkau.
Kini, dominasi penyerang yang dijuluki 'Aerial Emperor' tersebut berada dalam ancaman nyata. Transformasi sepak bola modern dan bertambahnya jumlah pertandingan di Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang tepat bagi generasi baru untuk melampaui standar yang telah ditetapkan oleh Klose sejak satu dekade lalu.