Kajari Solo Suprianto Resmi Jadi CDM Porprov 2026, KONI Targetkan Posisi Runner Up

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 19:03:01 WIB
Kajari Solo Suprianto resmi ditetapkan sebagai CDM Kontingen Porprov Jawa Tengah 2026 oleh KONI Surakarta.

SOLO — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta resmi menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surakarta, Suprianto, sebagai Chef de Mission (CDM) atau Ketua Kontingen untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Penetapan ini menjadi langkah awal koordinasi teknis bagi ratusan atlet dari puluhan cabang olahraga.

Ketua KONI Surakarta, Her Suprabu, menyatakan bahwa pengukuhan CDM sengaja dikemas dalam kegiatan olahraga massal bertajuk Sakputerrun. Acara yang berlangsung di Stadion Manahan tersebut melibatkan kolaborasi antara atlet profesional dan masyarakat umum untuk membangun dukungan moral menjelang kompetisi tingkat provinsi mendatang.

Target Runner Up dan Kesejahteraan 765 Atlet Solo

KONI Surakarta telah memetakan kekuatan untuk menghadapi Porprov yang dijadwalkan mulai bergulir pada 25 Oktober 2026. Sebanyak 765 atlet dari 58 cabang olahraga disiapkan untuk memenuhi target ambisius di kancah Jawa Tengah.

“Tentu tadi pesannya Mas Wali juara dan atlet sejahtera. Targetnya menjadi runner up 2026,” ujar Her Suprabu saat memberikan keterangan di sela kegiatan lari tersebut.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan organisasi olahraga. Ia meminta KONI untuk lebih serius memperhatikan aspek kesejahteraan bagi para atlet yang telah bekerja keras mengharumkan nama kota.

“Koni harus lebih benar-benar memperhatikan kesejahteraan daripada para atlet yang berlaga. Jadi yang berprestasi bekerja keras harus layak mendapatkan kesejahteraan,” tegas Respati.

Langkah Taktis CDM dan Filosofi Sakputerrun

Sebagai sosok yang baru dikukuhkan memimpin kontingen, Suprianto mengakui tanggung jawab ini bukan perkara ringan. Ia segera merancang langkah konsolidasi internal untuk memetakan kendala teknis yang dihadapi setiap cabang olahraga.

“Setelah ini kami konsolidasi dengan teman-teman Koni, para atlet, dan para pengurus cabornya nanti. Targetnya bagaimana, kemudian kendalanya apa dan langkah-langkah teknisnya yang bisa dilakukan apa,” kata Suprianto.

Suprianto optimistis prestasi atlet Solo dapat melampaui target yang ditetapkan jika sinergi antara pemerintah dan pengurus olahraga berjalan maksimal. Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi merupakan pintu gerbang bagi atlet untuk diperhatikan oleh negara.

Terkait penyelenggaran Sakputerrun, Her Suprabu menjelaskan bahwa pemilihan nama dan format lari memiliki filosofi mendalam bagi pergerakan organisasi. Tercatat sebanyak 1.600 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Sakputerrun itu bulat ya, kita bergerak terus seperti jarum jam. Biar kita semangat meraih juara. Mengapa pakai run? Ini biar sehat ya. Jadi, spiritnya ada,” pungkas Her.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top