Pemkot Solo Siapkan Dana APBN-CSR untuk Masjid Sriwedari Lewat Audit Lahan

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 16:54:11 WIB
Pemkot Solo melakukan audit lahan untuk mempercepat pendanaan Masjid Sriwedari dari APBN dan CSR.

SOLO — Pemkot Solo mempercepat pengurusan status administratif dan teknis Masjid Raya Taman Sriwedari dengan fokus mengamankan pendanaan dari sumber APBN dan kontribusi swasta. Kendala utama yang menjadi penghalang adalah status kepemilikan lahan yang hingga kini belum final, yang memerlukan proses audit dan transisi kewenangan dari panitia pembangunan lama ke struktur manajemen baru.

Audit Sisa Pekerjaan dan Status Lahan

Audit menyeluruh terhadap sisa pekerjaan konstruksi masjid menjadi tahap awal yang tidak bisa diskip. Pemkot perlu memetakan dengan detail beban kerja yang masih tertunda, estimasi biaya penyelesaian, dan jadwal yang realistis. Paralel dengan itu, penyelesaian status lahan inkrah menjadi kunci pembuka pintu pendanaan APBN dan CSR.

Transisi Kewenangan untuk Akses Dana Publik

Perpindahan tanggung jawab dari panitia lama kepada struktur pengelola baru dirancang untuk memenuhi syarat administratif pendanaan publik. APBN dan program CSR perusahaan memiliki protokol ketat terkait kredibilitas pengelola dana, audit finansial, dan akuntabilitas proyek. Transisi ini memastikan Pemkot Solo menjadi aktor legal dan bertanggung jawab dalam mengelola dana.

Langkah ini sejalan dengan standar manajemen proyek infrastruktur publik di Indonesia, di mana perubahan struktur pengelola harus didokumentasikan dengan jelas untuk kepentingan audit internal dan eksternal.

Target Penyelesaian Lewat Dual Funding

Strategi pendanaan ganda—APBN dan CSR—dipilih untuk mempercepat progress. Anggaran APBN dapat menjangkau pekerjaan struktural dan finishing utama, sementara CSR dari perusahaan swasta bisa melengkapi aspek dekoratif, furnishing, atau utilitas khusus. Pendekatan ini menekan beban anggaran daerah sambil mendorong partisipasi sektor swasta dalam aset publik berisi nilai religius-sosial.

Reporter: Usman Harun
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top