Apple dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Samsung dan Intel guna memproduksi chipset perangkat mereka di masa depan. Langkah strategis ini diambil untuk memangkas ketergantungan pada TSMC yang kini kewalahan menghadapi lonjakan permintaan pusat data AI. Selain faktor teknis, tekanan politik dari Washington turut mendorong Apple memperkuat basis produksi semikonduktor di dalam negeri Amerika Serikat.
Rantai pasok global Apple kini memasuki fase krusial yang menentukan masa depan produk mereka. Raksasa teknologi asal Cupertino ini tak lagi bisa mempertaruhkan nasib produksinya hanya pada satu pintu, yakni Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Laporan Bloomberg mengungkap bahwa Apple mulai membuka negosiasi serius dengan Samsung dan Intel sebagai alternatif penyedia semikonduktor utama.
Ambisi Apple mendiversifikasi pemasok chipset bukan sekadar gertakan di atas kertas. Sejumlah eksekutif senior Apple dilaporkan telah menginspeksi fasilitas manufaktur Samsung yang tengah dibangun di Texas, Amerika Serikat. Kunjungan ini bertujuan menguji kesiapan teknis Samsung dalam memproduksi prosesor seri-A dan seri-M yang menjadi otak iPhone serta Mac.
Samsung sendiri baru saja mencatatkan lonjakan pendapatan semikonduktor hingga hampir 50 kali lipat. Kenaikan fantastis ini dipicu oleh ketatnya pasokan global akibat ledakan kebutuhan chip kecerdasan buatan (AI). Bagi Apple, kapasitas produksi masif Samsung di tanah Amerika merupakan aset strategis di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Selain kendala teknis, Apple menghadapi desakan besar dari pemerintah Amerika Serikat untuk memulangkan basis manufaktur. Kebijakan perdagangan Washington memaksa perusahaan teknologi memprioritaskan komponen dari pabrikan berbasis domestik. Apple merespons tuntutan ini dengan mulai memindahkan perakitan sebagian model Mac ke wilayah domestik secara bertahap.
Strategi diversifikasi ini sebenarnya telah dijalankan Apple dalam beberapa tahun terakhir melalui sejumlah langkah konkret:
Selama ini, TSMC menjadi mitra tunggal yang mampu memenuhi standar presisi tinggi Apple untuk chip fabrikasi tingkat lanjut. Namun, ledakan kebutuhan server AI dan pusat data global membuat kapasitas produksi raksasa Taiwan tersebut mencapai titik jenuh. Jika TSMC gagal memenuhi volume pesanan, peluncuran produk andalan seperti iPhone generasi mendatang terancam tertunda.
Meski demikian, berpaling ke Samsung atau Intel membawa risiko teknis yang tidak sederhana. Apple sangat protektif terhadap desain system-on-a-chip (SoC) miliknya yang memiliki arsitektur sangat spesifik. Perbedaan teknis pada proses pabrikasi berpotensi memicu masalah performa atau efisiensi daya jika tidak ditangani dengan presisi tinggi.
Hingga saat ini, Apple belum menempatkan pesanan besar kepada para pesaing TSMC tersebut. Baik Apple, Samsung, maupun Intel masih memilih bungkam terkait detail kesepakatan yang sedang digodok. Keputusan akhir Apple akan sangat bergantung pada kemampuan calon mitra dalam menyamai kualitas silikon yang selama ini dipasok oleh TSMC.