SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang resmi mengumumkan pemberian akses gratis bagi seluruh pengunjung Museum Kota Lama pada Sabtu (2/5/2026). Kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 yang bertepatan dengan momen libur panjang akhir pekan pada awal Mei 2026.
Program tiket nol rupiah ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @disbudparkotasemarang. Pemerintah Kota Semarang memberikan kesempatan luas bagi warga lokal maupun pelancong luar daerah untuk menikmati fasilitas museum tanpa dikenakan biaya masuk. Kebijakan ini diharapkan dapat menyemarakkan suasana peringatan ulang tahun kota yang ke-479.
Selain menggratiskan biaya tiket, pihak pengelola juga melakukan penyesuaian pada waktu pelayanan. Pada hari Sabtu tersebut, Museum Kota Lama akan beroperasi dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya, yakni mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB. Perpanjangan jam operasional ini bertujuan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat yang ingin berkunjung di tengah masa libur panjang.
Akses gratis ini berlaku secara universal untuk seluruh kategori wisatawan tanpa terkecuali. Dengan adanya kelonggaran waktu dan biaya, Museum Kota Lama diproyeksikan menjadi titik temu bagi keluarga, pelajar, hingga komunitas yang ingin menghabiskan waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat dan edukatif di kawasan bersejarah Semarang.
Langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menggratiskan museum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bagian dari strategi promosi wisata budaya. Museum Kota Lama sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Kota Lama Semarang yang menyajikan informasi komprehensif mengenai perjalanan sejarah kota dari masa ke masa.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan literasi sejarah masyarakat mengenai perkembangan Kota Semarang. Dengan menyajikan koleksi sejarah dalam format yang menarik, museum ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap wisata sejarah yang selama ini mungkin dianggap kaku atau membosankan.
Pihak Disbudpar menekankan bahwa momentum Hari Jadi ke-479 ini menjadi saat yang tepat untuk mengajak rakyat lebih mengenal identitas budayanya. Peningkatan minat terhadap wisata edukasi menjadi prioritas utama, mengingat Museum Kota Lama memiliki peran krusial sebagai pusat informasi sejarah di Jawa Tengah yang dikemas dengan teknologi modern.
Mengingat antusiasme yang diprediksi akan melonjak, pihak penyelenggara memberikan sejumlah arahan bagi calon pengunjung. Melalui unggahan resminya pada Rabu (29/4/2026), Disbudpar mengajak masyarakat untuk mengajak kerabat dan keluarga dalam momen ini. "Jangan sampai kelewatan ya! Catat tanggalnya ajak sahabat, keluarga kesayangan buat museum date," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Wisatawan sangat disarankan untuk datang lebih awal ke lokasi guna menghindari antrean panjang yang berpotensi terjadi di pintu masuk. Datang lebih pagi juga memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi seluruh fasilitas dan koleksi museum secara lebih maksimal tanpa terburu-buru oleh kepadatan arus manusia di dalam ruangan.
Selain itu, kunjungan ke museum ini juga disinergikan dengan berbagai promo lain di Kota Semarang, termasuk diskon di tempat wisata lain dan kemudahan akses transportasi publik. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah bagi kantong warga sekaligus mendorong perputaran ekonomi kreatif di sekitar kawasan Kota Lama selama periode perayaan hari jadi.
Pemberian akses gratis ke Museum Kota Lama ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk lebih rutin mengunjungi situs-situs bersejarah lainnya. Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan publik yang mampu menggabungkan aspek rekreasi dan edukasi demi memajukan sektor pariwisata di Jawa Tengah.