Pencarian

90 dari 120 PKL Pujasera Jalan Melati Tegal Gulung Tikar, 30 Pedagang Bertahan

Selasa, 22 September 2026 • 09:46:01 WIB
90 dari 120 PKL Pujasera Jalan Melati Tegal Gulung Tikar, 30 Pedagang Bertahan
Pujasera Jalan Melati Tegal terlihat sepi pengunjung pada hari biasa.

TEGAL — Relokasi 120 PKL dari kawasan Jalan Kartini, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Tentara Pelajar ke Pujasera Jalan Melati tidak berjalan sesuai rencana. Sekretaris Paguyuban Pedagang Pujasera Jalan Melati, Muhammad Helmi Rahman, menyebut tidak semua dari 30 pedagang tersisa berjualan setiap hari. Sebagian lapak hanya buka saat akhir pekan tiba.

Keliru Konsep: PKL Identik dengan Take Away

Helmi menyoroti adanya kekeliruan konsep antara Pujasera dan karakteristik produk dagangan para PKL. Menurut dia, karakter jualan pedagang pada dasarnya lebih cocok untuk layanan take away atau dibawa pulang, bukan untuk makan di tempat.

"PKL itu identik dengan take away," tegas Helmi.

Perbedaan konsep itu diperparah dengan hilangnya kebiasaan pembeli yang dulu bisa langsung berhenti dan membeli tanpa turun dari kendaraan. Saat pedagang masih berjualan di pinggir Jalan Kartini, Ahmad Dahlan, maupun Tentara Pelajar, pembeli tidak dikenai tarif parkir.

Tarif Parkir dan Aroma TPST Jadi Penghalang

Faktor lain yang memberatkan pembeli adalah adanya tarif parkir di kawasan Pujasera Jalan Melati. Biaya tambahan itu tidak pernah muncul ketika pedagang masih berjualan di pinggir jalan.

Pada awal peluncurannya, kawasan Pujasera Jalan Melati belum dilengkapi fasilitas memadai seperti tempat duduk dan toilet. Posisi lokasi yang berada tepat di sebelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) juga menghadirkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan.

Pembenahan Fisik Belum Pikat Pengunjung

Pemerintah Kota Tegal memang telah melakukan perbaikan. Sejumlah fasilitas dibangun, mulai dari gazebo, musala, toilet, hingga pagar penahan bau.

Pembenahan fisik tersebut belum mampu memikat kembali pengunjung. Lapak yang sepi membuat pedagang kehilangan pemasukan harian, sementara kewajiban operasional tetap berjalan.

Pelajar Beralih ke Kafe Modern

Tantangan semakin berat lantaran adanya pergeseran gaya hidup kelompok pelajar yang menjadi target pasar utama. Remaja kini lebih memilih berkumpul di kafe-kafe modern kekinian yang menawarkan tempat ber-AC, harga terjangkau, dan suasana nyaman.

Pergeseran itu memukul pedagang yang mengandalkan pembeli dadakan. Tanpa kunjungan rutin, lapak yang bertahan hanya mengandalkan pembeli akhir pekan.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartegal.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks