SEMARANG — Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto menyebut perintah bergeser dari Wali Kota sudah diterima secara lisan. Namun, surat resmi berisi jadwal dan lokasi pasti belum turun ke meja OPD.
"Sudah ada perintah dari Bu Wali, dan kabar dari Kabag Rumah Tangga untuk bergeser. Kita tinggal menunggu perintah tertulis saja, belum ada arahan lebih lanjut dan belum ada deadline kapan harus dikosongkan," ujar Soenarto.
Meski belum tahu kapan harus pindah, Soenarto mengaku mulai menata berkas administrasi. Penataan arsip dinilai tetap perlu dilakukan terlepas dari kepastian jadwal pengosongan gedung.
Dinas Perikanan kini menempati lantai tiga Gedung Pandanaran. Soenarto menilai bangunan itu kurang representatif karena ruangan terbatas dan belum pernah direnovasi.
Jika pemindahan terealisasi, dinasnya berpotensi menempati Balai Benih di Kecamatan Mijen. Lokasi itu dinilai lebih mendukung karena berdekatan dengan fasilitas budidaya yang dikelola.
"Kalau jadi pindah, potensinya ke Mijen di Balai Benih. Selama di sini, njenengan bisa lihat sendiri kalau terlihat sumpek dan belum ada renovasi," jelasnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Semarang Bagus Irawan mengatakan wacana pengosongan Gedung Pandanaran sudah beberapa kali dibahas dalam rapat. Brida belum mulai berkemas karena menunggu kepastian lokasi dan instruksi lanjutan.
Informasi yang diterima Brida menyebutkan instansinya direncanakan menempati lantai lima Gedung Moch Ikhsan di kompleks Balai Kota Semarang.
"Kalau siap-siap belum ya, kita menunggu arahan lanjutan. Informasinya sih di lantai lima Balai Kota. Mungkin baru dikabari, di sana juga sudah siap," katanya.
Bagus menyebut keterbatasan lahan parkir jadi kendala selama berkantor di Gedung Pandanaran. Kondisi itu kurang mendukung, terutama saat Brida menggelar rapat dengan tamu dari luar instansi.
"Kendala kami di lahan parkir ya, kurang representatif. Apalagi kami sering rapat dengan tamu dari luar. Kalau di Balai Kota kan parkirnya luas," ungkapnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Bambang Pramusito menyatakan pihaknya belum menerima informasi lanjutan soal jadwal pengosongan maupun lokasi pemindahan kantor.
"Kita menunggu dari Kabag Rumah Tangga ya pindah ke mana, kalau kapannya belum tahu," ujarnya.
Kesbangpol direncanakan berbagi lantai dengan Brida di lantai lima Gedung Moch Ikhsan. Rencana itu masih bergantung pada kesiapan ruangan yang kini ditempati Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
BKPP sendiri direncanakan pindah ke Balai Diklat. Setelah proses pemindahan dan penataan ruangan selesai, Kesbangpol baru bisa mempersiapkan perpindahan kantornya.
"Belum siap-siap, kita menunggu arahan lebih lanjut ya. Selain itu juga menunggu BKPP pindah dan setting gedung. Kalau sudah ada sinyal baru kita persiapan," tandasnya.
Soenarto dan Bagus sama-sama mengaku tidak merasakan adanya kemiringan bangunan selama berkantor di Gedung Pandanaran. Meski begitu, Soenarto menegaskan keputusan pindah tetap menunggu arahan wali kota.