JAWA TENGAH — Google resmi mengaktifkan interoperabilitas antara Google Meet dan Microsoft Teams untuk perangkat meeting room berbasis Android/AOSP. Perangkat yang menjalankan Google Meet kini bisa bergabung ke panggilan Teams, begitu pula sebaliknya untuk Teams Rooms berbasis Android. Fitur ini menyasar perusahaan yang rutin berkomunikasi lintas platform tanpa harus berpindah perangkat.
Dukungan lintas platform itu mulai dirilis pada 1 Oktober dan Google menyebut proses propagasinya butuh sekitar satu hingga tiga hari. Ketersediaannya ditujukan bagi pelanggan Google Workspace yang memakai perangkat meeting virtual berbasis Android/AOSP, sehingga kompatibilitas perangkat menjadi syarat utama.
Sebelumnya, Google memperkenalkan kemampuan ini dalam tahap early preview pada September. Setelah melewati pengujian, Google menyatakan fitur interoperabilitas tersebut sudah tersedia secara umum bagi perangkat meeting room yang kompatibel.
Fitur ini tidak ditujukan untuk aplikasi Meet atau Teams di ponsel dan tablet. Sasaran utamanya adalah ruang meeting yang menggunakan perangkat khusus, seperti Logitech Rally Bar.
Perusahaan yang biasanya memakai Google Meet tetap bisa mengikuti undangan Teams tanpa membawa laptop atau berpindah ruangan. Hal yang sama berlaku bagi pengguna Teams ketika harus bergabung ke rapat yang dibuat melalui Google Meet.
Perangkat meeting room berbasis Android/AOSP yang menjalankan Google Meet dapat bergabung ke panggilan Microsoft Teams. Sebaliknya, Microsoft Teams Rooms berbasis Android juga dapat digunakan untuk mengikuti rapat Google Meet.
Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi memikirkan apakah sebuah undangan menggunakan logo Meet atau Teams sebelum masuk ke ruang meeting. Proses bergabung menjadi lebih seragam di kedua platform.
Bagi pengguna yang sehari-hari rapat dari ponsel atau laptop, perubahan ini mungkin tidak terlalu terasa. Dampaknya lebih terasa di lingkungan kantor yang sering berkomunikasi dengan perusahaan atau klien menggunakan platform berbeda.
Fitur ini mengurangi kerepotan saat memulai rapat lintas platform. Tim tidak perlu lagi menyiapkan perangkat tambahan atau meminta peserta berpindah aplikasi hanya karena perbedaan ekosistem.
Dukungan ini bergantung pada kompatibilitas perangkat meeting room yang digunakan perusahaan. Tidak semua perangkat Android/AOSP otomatis mendapatkannya, sehingga tim IT perlu memastikan perangkat yang dipakai masuk dalam daftar yang didukung Google Workspace.
Proses rollout yang memakan waktu satu hingga tiga hari juga berarti ketersediaan bisa berbeda antar organisasi. Perusahaan disarankan memeriksa status perangkat masing-masing sebelum mengandalkan fitur ini untuk rapat penting.