TeaterQi Buka Tur 4 Kota dari Tegal Lewat Pementasan Bangun Pagi Bahagia

Penulis: Usman Harun  •  Minggu, 27 September 2026 | 14:46:01 WIB
Pementasan Bangun Pagi Bahagia karya Andy Sri Wahyudi disutradarai Rias Viri membuka tur TeaterQi di Tegal.

TEGAL — Pementasan Bangun Pagi Bahagia mengangkat kisah tiga sahabat dengan latar belakang berbeda yang dipertemukan oleh jalanan. Mereka tumbuh bersama, berbagi mimpi, dan meyakini dunia bisa ditaklukkan bersama. Waktu kemudian menguji keyakinan itu lewat cinta, kehilangan, kemiskinan, pekerjaan, hingga harapan yang terus berubah mengikuti zaman.

Naskah karya Andy Sri Wahyudi itu disutradarai Rias Viri. Perjalanan hidup ketiga tokoh pada akhirnya membawa mereka ke arah yang tak selalu sama.

Panggung Sederhana, Suasana Seperti Obrolan di Warung Kopi

TeaterQi memilih pendekatan pementasan yang sederhana, intim, dan personal. Aktor tidak tampil dengan gestur teatrikal berlebihan, melainkan hadir dengan kejujuran seolah bercerita langsung kepada penonton. Hubungan panggung dan penonton dibuat dekat, menyerupai suasana percakapan di warung kopi.

"Konsepnya seperti obrolan sahabat yang bisa dinikmati semua kalangan. Anak-anak sekarang perlu pertunjukan yang cerdas, tapi juga tidak membosankan," kata Sutradara Bangun Pagi Bahagia, Rias Viri.

Menurut Rias, pendekatan itu relevan di tengah perubahan pola konsumsi hiburan, ketika teater harus bersaing dengan media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Adaptasi Konteks Sosial Tegal Jadi Kekuatan Pertunjukan

Pembina TeaterQi, Rudi Iteng, menambahkan bahwa naskah tidak diposisikan sebagai cerita yang jauh dari realitas penonton. TeaterQi mengadaptasi konteks sosial dan budaya, terutama dari kehidupan masyarakat Tegal.

"Dialek, kebiasaan, sampai situasi sosial kami hadirkan sedekat mungkin dengan pengalaman sehari-hari. Jadi penonton itu tidak cuma menyaksikan cerita, tetapi seperti mendengar kisah orang-orang di sekitarnya atau bahkan dirinya sendiri," ucap Rudi.

Respons penonton menjadi energi penting bagi perjalanan tur ini. Rudi menyebut antusiasme terasa baik dari generasi muda maupun kalangan seniman.

"Alhamdulillah, pertunjukan ini bisa membahagiakan penonton. Antusiasme terasa, baik dari generasi muda maupun teman-teman seniman," ujar Rudi, Minggu 27 September 2026.

Jadwal Tur: Kudus, Solo, lalu Yogyakarta

Setelah Tegal, TeaterQi melanjutkan tur ke Universitas Muria Kudus pada 28 September, Rumah Seni Banjarsari Solo pada 2 Oktober, dan Lembaga Indonesia Prancis di Yogyakarta pada 3 Oktober 2026.

Pemilihan kota-kota tersebut bukan tanpa pertimbangan. Menurut Rudi, Solo, Yogyakarta, dan Kudus memiliki ekosistem teater yang kuat, baik dari sisi seniman maupun penonton.

"Di sana, teater hidup. Ada dialog antara karya dan publik," ujar Rudi.

Reporter: Usman Harun
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top