SOLO — Layanan helpdesk SPMB 2026 di Kota Solo langsung kebanjiran pengunjung pada hari pertama pendaftaran. Kepala Bidang SMP Disdik Kota Solo Abi Satoto mengungkapkan, hampir 100 warga datang ke posko bantuan untuk menyelesaikan masalah teknis yang mereka hadapi saat mengakses sistem.
Abi Satoto menyebut, persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga adalah kegagalan sistem saat mengunggah dokumen persyaratan. Selain itu, banyak juga orang tua yang mengaku lupa kata sandi akun pendaftaran anak mereka.
"Pada hari pertama, hampir 100 warga datang meminta bantuan. Mereka terkendala di proses unggah berkas dan lupa password," ujar Abi Satoto kepada awak media di Solo, Senin.
Menghadapi tingginya antusiasme dan keluhan teknis ini, Disdik Kota Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Pihaknya menambah jumlah petugas helpdesk dan memperpanjang jam operasional posko bantuan agar bisa melayani lebih banyak warga.
Abi menambahkan, petugas helpdesk tidak hanya melayani pendaftaran secara daring, tetapi juga membantu verifikasi berkas fisik bagi warga yang kurang paham teknologi. "Kami ingin memastikan tidak ada calon peserta didik yang gagal mendaftar hanya karena masalah teknis," tegasnya.
Selain masalah teknis, sejumlah warga yang datang ke helpdesk juga mengeluhkan prosedur pendaftaran yang dinilai rumit. Beberapa di antaranya mengaku kebingungan dengan alur pendaftaran yang harus dilakukan secara bertahap melalui beberapa portal berbeda.
Disdik Kota Solo berjanji akan mengevaluasi alur prosedur tersebut agar lebih sederhana. Pihaknya juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan helpdesk yang tersebar di setiap kecamatan jika mengalami kendala serupa.