DEMAK — Empat orang yang berada di dalam mobil pemadam kebakaran (damkar) harus dilarikan ke rumah sakit setelah truk yang mereka tumpangi terguling di jalur Pantura Demak. Peristiwa itu terjadi di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, saat unit damkar tengah merespons laporan kebakaran lahan di Purwosari.
Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana, menjelaskan bahwa truk damkar berkapasitas 3.000 liter itu melaju dari arah timur (Demak) menuju barat (Sayung). Setibanya di sekitar Arkof, kendaraan terjebak kemacetan dan memutuskan mengambil jalur lawan arah (contraflow).
"Sampai Arkof itu kan macet, langsung contraflow ke arah yang Semarang ke Demak," kata Toga saat dihubungi.
Truk damkar berjalan pelan dengan sirine dan rotator menyala. Kendaraan dari arah berlawanan disebut memberikan jalan. Namun, satu truk tangki tronton bernomor polisi W-8879-UT diduga tidak menepi. "Itu truknya enggak minggir. Sudah ditunggu, sudah mulai dekat, kok enggak minggir, ya kemungkinan tadi ngantuk," ujar Toga.
Karena jarak yang kian dekat, pengemudi damkar, Nurkhamid (44), membanting setir ke kanan. Di saat bersamaan, truk tangki yang dikemudikan Bagus Cahyono (46), warga Sidoarjo, ikut banting setir ke kiri. "Nubruknya di sisi di kiri truk, terus akhirnya truk damkarnya terbalik," imbuh Toga.
Akibat benturan tersebut, truk damkar bernomor polisi H-8175-XE terguling. Empat orang yang berada di dalamnya mengalami luka-luka. Toga merinci, pengemudi Nurkhamid mengalami memar di dengkul, personel bernama Agus mengalami memar di bagian rusuk, seorang relawan mengalami lecet di kepala, dan satu personel lainnya mengalami memar di pinggul.
"Ini sudah dibawa ke IGD Rumah Sakit Sunan Kalijaga," kata Toga.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Demak, Ipda Muhammad Lutfil Hakim, membenarkan keterlibatan dua kendaraan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Toga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyelesaikan perkara ini di kantor polisi. Selain itu, ada kemungkinan permintaan ganti rugi atas kerusakan armada damkar yang terguling.
"Besok mau undang karoseri dulu estimasi nanti perbaikannya, jadi nanti untuk mediasi itu nanti mau disampaikan. Kemungkinan nggih ganti rugi," pungkas Toga.