11 Koperasi Desa Merah Putih di Rembang Resmi Jadi Sub Pangkalan LPG 3 Kg, Alokasi 25-30 Tabung Per Pekan

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 12:35:31 WIB
Koperasi Desa Merah Putih di Rembang resmi menjadi sub pangkalan LPG 3 kg.

REMBANG — Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang mencatat 11 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah resmi menjadi outlet penjualan LPG bersubsidi 3 kilogram. Status itu didapat setelah koperasi menjalin kemitraan dengan Pertamina sebagai sub pangkalan.

Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mohammad Mahfudz, mengatakan setiap pekan masing-masing outlet yang sudah operasional mendapat jatah distribusi. “Setiap minggu outlet Kopdes yang sudah operasional mendapatkan alokasi 25 sampai 30 tabung. Setiap minggu dilakukan dropping,” ujarnya, Senin lalu.

Kendala Administrasi Hambat Kopdes Lain

Mahfudz mengungkapkan sejumlah Kopdes Merah Putih lainnya belum bisa beroperasi. Penyebabnya, pembangunan fisik dan kelengkapan administrasi masih dalam proses.

Salah satu kendala utama adalah ketidaksesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam Nomor Induk Berusaha (NIB). Saat pembentukan badan hukum, sebagian besar koperasi mendaftarkan unit usahanya sebagai pedagang besar atau pengecer, bukan sebagai sub pangkalan LPG.

“Pertamina masih menunggu karena banyak NIB koperasi yang belum sesuai. Proses ini harus dipenuhi terlebih dahulu,” jelas Mahfudz. Setelah persyaratan lengkap, usulan penetapan sebagai outlet akan diajukan ke Sales Branch Manager (SBM) Pertamina untuk memperoleh alokasi rutin.

Kuota Kabupaten Tak Bertambah, Hanya Penggeseran Distribusi

Mahfudz menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak menambah kuota LPG bersubsidi Kabupaten Rembang. “Kuota tetap kuota kabupaten. Nanti pengelolaannya menjadi kewenangan Pertamina, apakah ada penggeseran dari pangkalan lain atau mekanisme lainnya,” imbuhnya.

Sales Branch Manager Rayon 7 Gas Semarang Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah, Raditya Reviandi, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan program itu hanya mengalihkan titik distribusi agar lebih dekat ke masyarakat desa.

“Tidak ada kebijakan menambah alokasi. Ini hanya penggeseran distribusi agar masyarakat bisa mendapatkan LPG lebih mudah melalui Koperasi Desa Merah Putih,” pungkasnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top