Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, 8.319 Warga Klaten Paling Terdampak

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 12:29:02 WIB
Warga di empat desa Kabupaten Klaten terdampak kekeringan dengan kesulitan air bersih sejak Juni 2026.

SEMARANG — Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda tiga kabupaten di Jawa Tengah. Berdasarkan data BNPB per Selasa (30/6/2026), Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan dampak paling luas dengan 8.319 jiwa atau 2.498 keluarga kesulitan air bersih.

BPBD Klaten mencatat kekeringan terjadi di empat desa: Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo. Bencana ini sudah terdeteksi sejak awal Juni 2026.

Pasokan Air Baru untuk 1.450 Jiwa

Hingga 26 Juni 2026, BPBD Klaten telah menyalurkan 60 ribu liter air bersih. Bantuan itu baru menjangkau 377 keluarga atau 1.450 jiwa. Distribusi berikutnya akan dilakukan secara bertahap.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan terjadi di tiga desa di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Sebanyak 166 keluarga terdampak. BPBD setempat telah mendistribusikan 4.000 liter air bersih ke warga Desa Pulosari.

Sementara di Boyolali, kekeringan melanda Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. Sebanyak 42 keluarga atau 125 jiwa kesulitan air bersih. BPBD Boyolali telah menyalurkan 5.000 liter air ke dua desa tersebut.

BNPB: Mobil Tangki Hanya Solusi Sementara

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengingatkan bahwa distribusi air dengan mobil tangki bukan solusi permanen.

“BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air,” katanya dalam keterangan resmi.

Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain kekeringan, BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Abdul Muhari menekankan upaya pencegahan lebih efektif dibandingkan penanganan saat api sudah meluas.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top