SEMARANG — Sebanyak puluhan calon taruna dari wilayah Jawa Tengah menjalani tahapan paling krusial dalam seleksi masuk Akademi TNI. Sidang Pantukhir Daerah yang dipimpin langsung Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, digelar di Balai Diponegoro untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang lolos ke tingkat pusat.
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas. “Seleksi harus mampu menghasilkan peserta yang benar-benar layak berdasarkan kemampuan, kompetensi, serta persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Mayjen TNI Achiruddin mengingatkan seluruh panitia bahwa tanggung jawab mereka tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada publik. Ia menekankan bahwa setiap tahapan penilaian harus berjalan profesional dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Integritas dan transparansi dalam proses rekrutmen menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi TNI,” tegasnya di hadapan jajaran Panselinda Semarang.
Proses seleksi ini dirancang untuk memberikan peluang setara bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang. Pangdam juga meminta agar panitia memberikan penjelasan secara terbuka kepada peserta yang belum memenuhi syarat, sehingga tidak ada ruang untuk spekulasi atau kecurigaan.
“Kesempatan yang sama kepada seluruh peserta tanpa membedakan latar belakang,” kata Pangdam dalam sambutannya.
Sidang Pantukhir Daerah merupakan tahapan akhir di level regional sebelum nama-nama calon taruna dikirim ke pusat. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kemampuan akademik, fisik, psikologi, hingga wawasan kebangsaan.
Seluruh hasil sidang nantinya akan menjadi dasar rekomendasi untuk mengikuti seleksi lanjutan di tingkat TNI pusat. Pangdam berharap proses ini melahirkan calon-calon perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan siap mengabdi kepada bangsa.
“Melalui proses seleksi tersebut, harapannya akan lahir calon-calon perwira TNI yang tangguh, juga memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.