JAWA TENGAH — Skuter listrik anyar dari OMOWAY, OMO X, mulai mengaspal di pasar Indonesia. Pabrikan membawa setidaknya satu fitur yang jarang ditemukan pada kompetitor sekelasnya: teknologi self-balancing yang membantu pengendara menjaga keseimbangan motor di kecepatan rendah atau saat berhenti. Fitur ini tersedia pada varian Balance dan Balance Pilot.
OMOWAY membekali OMO X dengan motor penggerak yang menghasilkan torsi puncak 320 Nm. Angka ini memungkinkan skuter melesat dari 0–50 km/jam dalam 3,3 detik, dengan kecepatan maksimal 113 km/jam.
Untuk urusan daya jelajah, pabrikan menyediakan dua opsi baterai. Varian standar diklaim mampu menempuh 200 kilometer, sementara varian Long Range sanggup melaju hingga 260 kilometer dalam kondisi pengujian pabrikan.
OMOWAY OMO X menggunakan suspensi depan double wishbone, bukan teleskopik konvensional. Konfigurasi ini diklaim memberikan stabilitas lebih baik saat bermanuver dan mengurangi efek menukik ketika rem diinjak, terutama saat melintas di jalan bergelombang.
Dari sisi keselamatan, skuter ini dilengkapi dual-channel ABS, Traction Control System (TCS), Hill Descent Control (HDC), dan Auto Hold. Sistem pengereman dan traksi elektronik ini bekerja untuk menjaga kendali pengendara di berbagai kondisi jalan.
OMOWAY memasarkan OMO X dalam empat varian. Berikut daftar harga resminya:
Fitur self-balancing hanya tersedia di dua varian tertinggi, yaitu Balance dan Balance Pilot. Seluruh varian sudah mengusung panel instrumen TFT, lampu LED penuh, serta konektivitas dengan aplikasi smartphone untuk memantau informasi kendaraan.
OMOWAY turut menyematkan sejumlah fitur digital pada OMO X. Pengendara bisa menggunakan digital key sebagai pengganti kunci fisik, menikmati navigasi yang ditampilkan di layar TFT, serta menghubungkan ponsel ke sistem kendaraan. Fitur-fitur ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara harian, terutama di tengah kemacetan perkotaan.
Dengan harga yang bersaing di segmen skuter listrik premium, OMOWAY OMO X langsung berhadapan dengan model-model seperti Viar Q1 dan beberapa produk garapan pabrikan China yang mulai merambah Indonesia. Namun, kehadiran teknologi self-balancing menjadi pembeda utama yang sulit ditandingi kompetitor di kelas harga serupa.