JAWA TENGAH — Microsoft diam-diam menambahkan opsi RAM 8GB ke lini Surface Pro 12 inci dan Surface Laptop 13 inci. Langkah ini menurunkan harga awal Surface Pro menjadi USD 849 (sekitar Rp 14 juta) dan Surface Laptop menjadi USD 949 (sekitar Rp 15,6 juta). Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga komponen, termasuk RAM, yang memaksa banyak produsen menyesuaikan banderol produk mereka.
Varian baru Surface Pro dan Surface Laptop ini mengusung RAM 8GB sebagai satu-satunya perubahan signifikan. Surface Laptop dengan RAM 8GB dipadukan dengan prosesor Snapdragon X Plus dan penyimpanan 256GB. Sementara Surface Pro 12 inci dengan RAM 8GB menjadi model termurah di jajarannya.
Menurut Cale Hunt dari Windows Central, pengalaman menggunakan perangkat Windows 11 dengan RAM 8GB dinilai "tidak hanya layak, tetapi cukup menyenangkan." Artinya, bagi pengguna dengan kebutuhan standar seperti browsing, mengetik, dan streaming, kapasitas ini masih bisa diandalkan.
Masalah utama dari strategi Microsoft bukan pada spesifikasinya, melainkan pada waktu peluncuran. Varian murah Surface ini dirilis tepat saat Amazon dan retailer lain menggelar diskon besar-besaran, termasuk Prime Day. Alhasil, laptop dengan spesifikasi jauh di atas Surface hadir dengan harga yang hampir sama.
Contoh paling mencolok adalah Dell XPS 13 (9345). Laptop premium ini dibekali prosesor Snapdragon X Elite, RAM 32GB, dan SSD 512GB. Saat ini Dell menjualnya dengan harga diskon USD 999,99 (sekitar Rp 16,5 juta). Artinya, dengan tambahan USD 50 dari harga Surface Laptop 8GB, konsumen bisa mendapatkan RAM empat kali lipat lebih besar dan prosesor yang lebih kencang.
Kondisi ini membuat Surface murah terjepit. Di satu sisi, Microsoft harus menaikkan harga jual karena biaya komponen yang terus melonjak. Di sisi lain, konsumen yang peka harga akan lebih memilih laptop kompetitor yang menawarkan spesifikasi jauh lebih tinggi dengan selisih harga tipis.
Varian Surface dengan RAM 8GB sebenarnya bukan produk buruk. Bagi pengguna yang hanya butuh laptop untuk tugas ringan dan menginginkan ekosistem Surface yang ringkas serta desain premium, opsi ini tetap relevan. Namun, dengan persaingan harga yang ketat saat ini, Microsoft seharusnya meluncurkan varian ini di luar musim diskon agar tidak tergerus oleh penawaran kompetitor yang lebih menggoda.
Bagi pembeli yang tidak terburu-buru, menunggu hingga gelombang diskon usai atau mencari varian Surface dengan RAM lebih besar di harga yang sudah turun mungkin menjadi langkah yang lebih bijak.