Persiku Kudus Terpaksa Start Liga 2 2026/2027 dengan Minus 1 Poin dan Cari Home Base Baru Imbas Renovasi Stadion Wergu Wetan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:19 WIB
Persiku Kudus memulai Liga 2 2026/2027 dengan pengurangan satu poin akibat kewajiban finansial musim lalu.

KUDUS — Persiku Kudus dipastikan akan berlaga di kasta kedua sepak bola nasional, Liga 2, pada musim 2026/2027. Namun, sebelum kompetisi bergulir, tim berjuluk Laskar Macan Muria itu sudah menerima pukulan telak berupa pengurangan satu poin oleh operator liga.

Mengapa Persiku Kudus Harus Kehilangan Satu Poin?

Pengurangan poin ini bukanlah sanksi yang tiba-tiba. Pihak manajemen Persiku Kudus mengakui bahwa hukuman tersebut merupakan akumulasi dari sisa kewajiban yang belum terselesaikan dari musim lalu. Regulasi Liga 2 memang memberlakukan sanksi pengurangan poin bagi klub yang belum memenuhi tenggat waktu pembayaran gaji pemain atau kewajiban finansial lainnya.

Akibatnya, Persiku harus memulai musim baru dengan modal minus satu poin. Ini berarti mereka harus bekerja ekstra keras di awal kompetisi hanya untuk mengejar ketertinggalan dari tim-tim lain yang memulai dari nol.

Stadion Wergu Wetan Direnovasi, ke Mana Persiku Kudus Bermarkas?

Persoalan tidak berhenti di sanksi poin. Stadion Wergu Wetan yang selama ini menjadi kandang Persiku Kudus saat ini tidak bisa digunakan. Stadion kebanggaan warga Kudus itu tengah menjalani proses renovasi total untuk memenuhi standar kelayakan pertandingan profesional.

Renovasi ini memaksa tim pelatih dan manajemen untuk bergerak cepat mencari home base alternatif. Pencarian stadion pengganti ini menjadi prioritas utama agar Persiku tetap bisa menjamu lawan-lawannya di Liga 2 musim depan.

Belum ada kepastian resmi mengenai stadion mana yang akan menjadi markas sementara. Beberapa opsi stadion di kota-kota sekitar Jawa Tengah disebut-sebut masuk dalam pertimbangan manajemen.

Kombinasi Dua Tantangan Berat di Awal Musim

Memulai kompetisi dengan nilai minus satu poin dan tanpa kandang sendiri menjadi ujian berat bagi Persiku Kudus. Tim harus mampu beradaptasi dengan cepat, baik secara mental maupun taktik. Manajemen klub pun dituntut untuk segera merampungkan semua urusan administratif agar fokus penuh bisa dialihkan ke persiapan tim.

Para suporter setia Persiku tentu berharap tim kesayangan mereka bisa melewati masa sulit ini. Dukungan dari luar lapangan menjadi energi tambahan bagi para pemain yang akan berjuang di lapangan hijau. Langkah awal yang berat ini akan menentukan seperti apa perjalanan Persiku Kudus di Liga 2 musim 2026/2027.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top