SALATIGA — Sebanyak 3.167 guru resmi dikukuhkan sebagai peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, Jawa Tengah. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Wihaji, hadir langsung dalam prosesi pengukuhan tersebut.
Dalam sambutannya, Wihaji menekankan bahwa profesi guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi keilmuan di dalam kelas. Menurutnya, seorang pendidik harus adaptif terhadap perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat saat ini.
"Guru harus menguasai konten keilmuan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Wihaji dalam kegiatan yang digelar di kampus UIN Salatiga itu.
Wihaji juga menyoroti arti penting sertifikat pendidik yang diterima oleh ribuan guru tersebut. Ia menyebut dokumen itu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti pengakuan negara atas kompetensi profesional seorang guru.
"Sertifikat ini menjadi legitimasi kompetensi di tengah masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, dengan sertifikat tersebut, masyarakat dapat menaruh kepercayaan lebih tinggi kepada guru sebagai tenaga profesional yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mumpuni dalam mendidik karakter.
Lebih jauh, Wihaji mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, peran guru sebagai penanam nilai menjadi semakin krusial. Guru, kata dia, harus mampu menjadi filter bagi siswa dalam menyaring informasi yang benar dan membangun karakter bangsa.
"Guru itu penanam nilai. Bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk kepribadian generasi penerus," pesan Wihaji kepada para guru yang hadir.
Pengukuhan 3.167 guru PPG FTIK UIN Salatiga ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik profesional di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Para guru yang telah dikukuhkan diharapkan segera mengimplementasikan kompetensinya di sekolah masing-masing.