Harga Gabah di Sukoharjo Tembus Rp 7.800 Per Kilogram, Petani Masih Untung di Atas HPP

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:58:01 WIB
Harga gabah kering panen di Sukoharjo mencapai Rp 7.800 per kilogram, di atas HPP pemerintah.

SUKOHARJO — Harga gabah kering panen di sejumlah sentra produksi padi di Sukoharjo masih berada di level yang menguntungkan. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distankan) setempat, harga saat ini mencapai Rp 7.800 per kilogram, atau jauh di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.

Berapa HPP dan Selisih Harga di Lapangan?

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen saat ini berada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Dengan harga aktual Rp 7.800, petani di Sukoharjo menikmati selisih hingga Rp 2.800 per kilogram.

Selisih ini dinilai cukup signifikan di tengah fluktuasi harga pupuk dan biaya produksi. "Harga gabah masih di atas HPP. Kondisi ini menunjukkan sektor pertanian masih memberikan keuntungan yang baik bagi petani," kata Kepala Distankan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, Senin lalu.

Faktor Pendorong Harga Gabah Tetap Tinggi

Beberapa faktor disebut mendongkrak harga di tingkat petani. Salah satunya adalah kualitas gabah yang dihasilkan petani Sukoharjo yang tergolong baik, sehingga diserap dengan harga premium oleh pedagang pengumpul dan penggilingan.

Selain itu, permintaan pasar yang stabil juga turut menjaga harga tidak jatuh. Distankan Sukoharjo mencatat, masa panen raya yang biasanya menekan harga belum berdampak signifikan tahun ini.

Dampak bagi Petani dan Produksi Padi

Keuntungan yang diperoleh petani di atas HPP berdampak langsung pada minat menanam. Distankan optimistis produksi padi di Sukoharjo akan tetap terjaga karena petani merasa dihargai.

Pemerintah daerah pun terus mendorong petani untuk mempertahankan kualitas hasil panen agar harga tetap kompetitif. "Kami imbau petani tidak terburu-buru menjual gabah yang masih basah. Pengeringan yang baik akan meningkatkan harga jual," tambah Bagas.

Apa Langkah Pemkab Selanjutnya?

Distankan Sukoharjo berencana memperkuat sistem informasi harga gabah secara real-time. Langkah ini untuk mencegah petani dirugikan oleh tengkulak yang memainkan harga di bawah HPP.

Pemkab juga akan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap lancar, sehingga biaya produksi petani tidak membengkak. Dengan begitu, margin keuntungan petani bisa terus terjaga di tengah harga gabah yang masih bersahabat.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top