Sungkeman Haru Warnai Pentas Seni SD Negeri 3 Pingit: 64 Siswa Tampil, Kelas VI Pamit dengan Basuh Kaki Orang Tua

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39:31 WIB
Siswa SD Negeri 3 Pingit tampil percaya diri dalam pentas seni Wasana Warsa dan Gelar Seni.

TEMANGGUNG — Enam puluh empat siswa SD Negeri 3 Pingit, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, tampil penuh percaya diri di panggung terbuka sekolah, Sabtu (13/6/2026). Mereka menjadi bintang utama dalam acara Wasana Warsa dan Gelar Seni yang merangkai perayaan sekaligus perpisahan bagi siswa kelas VI.

Sejak pagi, seluruh siswa dari kelas I hingga VI bergiliran naik panggung. Tak satu pun anak absen. Penampilan dimulai dengan hafalan Asmaul Husna oleh siswa kelas I sampai III, dilanjutkan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an oleh kelas IV sampai VI, lalu tarian dan lagu daerah.

Dari Hafalan Al-Qur’an hingga Tarian Daerah

Acara dibuka oleh siswa kelas I yang membawakan lagu dan tarian secara bersama-sama. Panitia merancang kegiatan ini untuk melatih keberanian anak tampil di depan umum dan menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

Kepala Desa Pingit, Busri, bersama Kepala Dusun Pingit Lawang, Gunawan, turut hadir menyaksikan. Ketua Komite Sekolah, Sukisman, dan Pengawas SD Korwilcam Dindikpora Kecamatan Pringsurat, Betty Suryandari, duduk di barisan tamu undangan.

Sekolah ini mengusung slogan unik, “Yo Entok Sekolahe, Yo Entok Ngajine.” Artinya, anak-anak tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga dibimbing dalam kegiatan mengaji. Hal itu tercermin dari penampilan hafalan ayat suci yang menjadi pembuka acara.

Prosesi Sungkeman: Momen Paling Menyentuh

Puncak acara adalah prosesi kelulusan siswa kelas VI. Untuk terakhir kalinya sebagai siswa SD, mereka membawakan tiga lagu: Laskar Pelangi, Terima Kasihku, dan Jogja Istimewa. Lirik lagu-lagu itu telah disesuaikan dengan tema acara.

Suasana haru langsung terasa ketika para siswa naik ke panggung. Namun, momen yang paling membuat banyak hadirin menitikkan air mata adalah acara sungkeman. Dipandu pembawa acara, para siswa membasuh kaki orang tua mereka, memohon maaf, dan meminta doa restu.

“Anak-anak yang dahulu datang dengan berbagai keterbatasan kini telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berani, dan membanggakan,” demikian tertulis dalam rilis panitia. Kebanggaan terpancar jelas dari wajah para orang tua yang menyaksikan perkembangan anak-anak mereka selama enam tahun terakhir.

Pendidikan Karakter Jadi Pesan Utama

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada nilai akademik. Pembentukan karakter, pendidikan agama, dan kemampuan bersosialisasi menjadi bekal yang tak kalah penting bagi siswa.

“Mari bersama-sama menyirami benih-benih karakter yang telah tumbuh agar kelak kita dapat melihat anak-anak menjadi pribadi yang sukses, berakhlak mulia, dan membanggakan keluarga, sekolah, serta masyarakat,” tulis panitia dalam keterangan resmi.

Acara ditutup dengan doa bersama. Para siswa kelas VI pun resmi melepas status mereka sebagai murid SD Negeri 3 Pingit dan bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top