JAWA TENGAH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan longsor di Gunung Kamarora, Kabupaten Sigi, dipicu guncangan gempa dangkal yang berpusat di wilayah Kota Palu. Material longsor menutup akses jalan di sejumlah titik wilayah pegunungan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan longsor itu bukan satu-satunya kerusakan. Di Kabupaten Sigi, beberapa bangunan roboh dan saluran air terputus. Sementara di Parigi Moutong dan Poso, kerusakan bangunan dan akses jalan di kawasan Napu juga terganggu.
"Dari hasil pemantauan sementara di lapangan, terdapat dampak signifikan berupa longsor di kawasan Gunung Kamarora, Kabupaten Sigi, serta sejumlah kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah terdampak lainnya. Namun hingga saat ini situasi masih dalam penanganan awal dan pendataan," ujar Asbudianto dalam laporannya, Selasa (16/6/2026).
Getaran gempa utama dirasakan luas hingga delapan kabupaten di Sulawesi Tengah. Data BPBD mencatat hingga pukul 13.38 WITA, terjadi 42 kali gempa susulan dengan variasi magnitudo 2 hingga 5.
"Gempa susulan masih terus terjadi, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, terutama di wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor," kata Asbudianto.
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan oleh pemerintah daerah setempat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di seluruh kabupaten terdampak telah diturunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan lanjutan. Asbudianto menegaskan prioritas saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan asesmen di lapangan.
"Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi masyarakat, infrastruktur, serta potensi dampak susulan di wilayah rawan," lanjutnya.
BPBD menekankan potensi bahaya susulan, terutama longsor di kawasan perbukitan seperti Gunung Kamarora, masih harus diwaspadai. Kondisi di sebagian wilayah terdampak dilaporkan relatif kondusif, namun masyarakat diminta tetap siaga terhadap potensi gempa susulan yang masih terjadi.