BREBES — Hamparan perkebunan teh seluas ribuan hektare di ketinggian 1.500 hingga 2.050 meter di atas permukaan laut menjadi daya tarik utama wisata alam di Brebes selatan. Suhu dingin yang menyelimuti kawasan lereng Gunung Slamet ini disebut mampu menurunkan hormon kortisol penyebab stres.
Keunikan destinasi ini, menurut sejumlah pengunjung, terletak pada suasananya yang menyerupai pedesaan asri di Selandia Baru. Kabut tebal yang kerap turun di pagi hari menambah kesan dramatis, terutama bagi para fotografer.
Salah satu lokasi yang paling sering disebut adalah Perkebunan Teh Kaligua. Berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, kawasan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB.
"Saya merasa seperti sedang berada di luar negeri karena kabut tebalnya sangat dramatis," kata Rian, seorang fotografer berusia 25 tahun, saat ditemui di lokasi.
Kelembapan udara yang tinggi di kawasan ini merangsang pertumbuhan tanaman teh secara optimal. Hasilnya, hamparan hijau pekat membentang sejauh mata memandang. Aroma daun teh segar bercampur embun pagi disebut pengunjung sangat menenangkan jiwa.
Selain perkebunan teh, terdapat satu destinasi lain yang menyajikan perpaduan unik antara hamparan vegetasi hijau dan telaga yang menyimpan cerita legenda lokal. Masyarakat sekitar meyakini telaga tersebut memiliki nilai mistis yang sudah diwariskan secara turun-temurun.
Kombinasi antara udara bersih pegunungan, pemandangan eksotis, dan cerita budaya setempat membuat dua destinasi ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas harian. Pemerintah Kabupaten Brebes pun terus mendorong promosi wisata alam di wilayah selatan sebagai alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi liburan ala luar negeri tanpa harus keluar negeri.