Pemantauan dilakukan di beberapa titik, termasuk kios milik Irna, salah satu pedagang sembako di desa tersebut. Serka Mukmin mengecek harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya. Ia juga menanyakan ketersediaan stok serta hambatan yang dihadapi pedagang dalam memperoleh pasokan dari distributor.
Serka Mukmin menyebut kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, komunikasi langsung dengan pedagang adalah cara paling efektif untuk membaca kondisi riil di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui secara langsung kondisi harga sembako di lapangan serta mendengar aspirasi para pedagang maupun warga. Jika ditemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu stabilitas kebutuhan pokok masyarakat, akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Mukmin.
Salah satu pemilik kios, Irna, mengapresiasi langkah Babinsa yang rutin turun ke pasar dan warung. Menurutnya, kehadiran aparat kewilayahan memberikan rasa aman sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Babinsa yang rutin memantau harga dan ketersediaan sembako di kios kami. Kehadiran Babinsa membuat kami para pedagang merasa diperhatikan dan dapat menyampaikan kondisi yang ada di lapangan,” kata dia.
Irna menambahkan, saat ini harga dan stok bahan pokok di wilayah Kecamatan Miri masih dalam kondisi normal. “Saat ini stok kebutuhan pokok masih tersedia dan harga relatif stabil, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Kodim 0735/Sragen melalui jajaran Babinsa secara berkala melakukan pemantauan harga sembako di wilayah masing-masing. Langkah ini merupakan bagian dari tugas teritorial TNI untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan nasional.
Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau kelangkaan barang, temuan di lapangan akan segera dilaporkan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Dengan pemantauan rutin seperti ini, diharapkan gejolak harga bisa terdeteksi lebih awal sebelum berdampak luas pada daya beli warga.