JAWA TENGAH — Kinerja positif IIMS Surabaya 2026 menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat kelas menengah di Jawa Timur terhadap kendaraan baru masih terjaga. Project Manager IIMS, Rudi MF, menyebutkan keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara peserta pameran, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat umum.
"Kesuksesan IIMS Surabaya 2026 adalah bukti nyata kuatnya kolaborasi di ekosistem otomotif Jawa Timur khususnya Surabaya dan sekitarnya. Tanpa sinergi ini, pameran tidak akan berjalan dengan lancar dan sukses," kata Rudi dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Penyelenggara memperpanjang durasi pameran dari lima hari menjadi enam hari pada tahun ini. Selain itu, area pameran diperluas ke Exhibition Hall 2, memberikan lebih banyak ruang bagi 40 brand peserta. Rinciannya, 14 merek kendaraan roda empat, 15 merek roda dua, 13 brand aftermarket, dan lebih dari 20 tenant makanan-minuman.
Di segmen roda empat, nama-nama seperti BYD, Chery, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, JAECOO, JETOUR, KIA, Polytron, Toyota, VinFast, dan Wuling turut meramaikan. Sementara lini roda dua diisi oleh ALVA, Aprilia, Benelli, Benda, Italjet, Morbidelli, Moto Guzzi, Piaggio, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa Satya.
Beberapa peserta membawa model terbaru yang pertama kali diperkenalkan di ajang ini. Jetour, yang baru merambah pasar Indonesia, menampilkan SUV T1 i-DM. VinFast juga membawa VF MPV 7 untuk pertama kalinya ke Surabaya. Chery memperkenalkan model terbarunya, Chery Q, sementara KIA memamerkan KIA Seltos Concept.
Di area aftermarket, pengunjung bisa menjumpai produk dari Chemical Guys, Dekka, GPS.id, Orin, VKOOL, dan Von Dutch. Kehadiran tenant food & beverage juga menambah daya tarik pameran sebagai destinasi akhir pekan keluarga.
Rudi menekankan bahwa angka transaksi Rp 336 miliar bukan sekadar catatan penjualan, melainkan cerminan kepercayaan konsumen terhadap industri otomotif nasional. "Industri otomotif akan tetap kuat jika ada kolaborasi dari berbagai pihak yang terus terjaga," ujarnya.
Dengan capaian ini, IIMS Surabaya 2026 membuktikan bahwa pameran otomotif regional masih memiliki magnet kuat. Terutama di kota-kota besar di luar Jakarta yang memiliki basis konsumen loyal dan antusiasme tinggi terhadap produk baru.