Peternak di Karanganyar Kehilangan 6.000 Ayam Usai Kandang Ludes Terbakar Saat Ditinggal Nonton Bola

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:04:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di kandang ayam Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

KARANGANYAR — Seorang peternak di Kecamatan Jumantono, Karanganyar, harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah kandang ayam miliknya ludes dilalap api, Senin malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebanyak 6.000 ekor ayam ditemukan mati hangus di lokasi kejadian.

Pemilik Tengah Nonton Bola, Kandang Tak Terjaga

Kebakaran terjadi saat pemilik kandang sedang berada di luar rumah untuk menonton pertandingan sepak bola. Ia baru mengetahui kandangnya terbakar setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari arah lokasi kandang.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, api yang cepat membesar membuat sebagian besar kandang dan seluruh isinya tidak bisa diselamatkan.

Dugaan Sementara: Korsleting Listrik

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian setempat, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu sudut kandang. Tidak ada sumber api lain yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Jumantono diterjunkan ke lokasi dan berhasil menjinakkan api dalam waktu sekitar satu jam. Proses pendinginan masih berlanjut hingga Selasa dini hari untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Pemilik kandang mengaku mengalami kerugian besar akibat peristiwa ini. Selain 6.000 ekor ayam yang mati, bangunan kandang beserta peralatan di dalamnya juga hangus terbakar.

Total kerugian sementara ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan angka pasti kerugian yang dialami korban.

Belum ada rencana bantuan dari pemerintah desa atau instansi terkait yang disampaikan secara resmi hingga berita ini diturunkan. Warga sekitar berharap ada perhatian khusus bagi peternak yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga di wilayah tersebut.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top