WONOGIRI — Puluhan perangkat desa dari 13 desa di Kecamatan Selogiri kompak menyuarakan ketidakpuasan mereka. Dalam sebuah pertemuan dengan Sekda Wonogiri, mereka secara terang-terangan mendesak Camat Fredy untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan ini bukan datang tiba-tiba, melainkan buah dari akumulasi persoalan yang dinilai sudah lama mengendap.
Inti dari gelombang protes ini adalah ketidakcocokan terhadap gaya kepemimpinan Camat Fredy. Perangkat desa menilai pendekatan dan kebijakan yang diambil selama ini tidak selaras dengan kebutuhan mereka di lapangan. Pertemuan dengan Sekda menjadi ajang bagi mereka untuk meluapkan kegelisahan yang sudah lama terpendam.
Desakan mundur ini bukan didasari oleh satu peristiwa tunggal, melainkan rentetan permasalahan yang terus menumpuk. Meski tidak dirinci satu per satu dalam forum terbuka, perangkat desa menegaskan bahwa kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Mereka menilai kepemimpinan Camat Fredy justru menghambat kinerja pemerintahan di tingkat desa.
Penyampaian aspirasi secara langsung di hadapan Sekda Wonogiri menjadi langkah yang terbilang berani. Biasanya, persoalan internal kecamatan diselesaikan di tingkat bawah. Namun, dengan naiknya persoalan ini ke meja Sekda, menandakan bahwa masalah ini sudah dianggap serius dan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah kabupaten.
Belum ada pernyataan resmi dari Camat Fredy maupun dari pihak Sekda Wonogiri mengenai tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Publik kini menanti langkah konkret Pemkab Wonogiri dalam menyikapi desakan yang datang dari puluhan perangkat desa di Kecamatan Selogiri ini.