SLAWI — Perempatan Pasar Balamoa, yang selama ini menjadi simpul vital penghubung Pantura menuju Slawi dan sebaliknya, ditutup total untuk proses pengecoran jalan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Rahardjo, membenarkan penutupan dilakukan mulai Rabu malam hingga Jumat.
“Saat ini sedang dilakukan pembetonan jalan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Sejumlah pengendara roda empat dan roda dua terlihat berputar arah setelah mendapati akses terputus. Desta (30), pengendara mobil asal Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, mengaku tidak mendapat informasi sebelumnya.
“Biasanya saya lewat Balamoa kalau mau ke Slawi. Tahu-tahu ditutup total. Akhirnya harus cari jalan tembus lewat desa-desa,” keluhnya.
Menurut Desta, minimnya rambu petunjuk arah di lokasi membuat banyak pengendara kebingungan. Mereka terpaksa memutar masuk ke jalan-jalan desa di sekitar Balamoa hingga wilayah Kecamatan Tarub. Kondisi jalan alternatif yang sempit membuat arus tersendat, terutama saat kendaraan besar melintas.
Dampak penutupan tidak hanya dirasakan pengendara. Aktivitas di Pasar Balamoa ikut lesu. Tuti (43), pedagang di sekitar pasar, mengaku terpaksa tidak berjualan karena pembeli dari arah utara dan barat tak bisa masuk.
“Biasanya ramai pembeli dari arah utara sama barat. Sekarang banyak yang tidak bisa masuk ke pasar karena jalan ditutup,” tuturnya.
Ia berharap pengerjaan selesai tepat waktu. Sebab, jika penutupan berlangsung lebih lama, pedagang kecil menjadi pihak yang paling terpukul. “Kalau terlalu lama ya kasihan pedagang. Pembeli sepi, dagangan juga tidak laku,” ungkapnya.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, membenarkan penutupan total dan meminta masyarakat memahami kondisi tersebut. Pemerintah daerah menilai perbaikan jalan penting demi kelancaran akses transportasi jangka panjang.
Kepala DPUPR Kabupaten Tegal menambahkan, pengendara bisa menggunakan jalan desa atau jalan kabupaten di sekitar Balamoa dan Tarub sebagai jalur alternatif. Namun, di lapangan, banyak warga berharap pemerintah lebih matang dalam melakukan rekayasa lalu lintas dan sosialisasi sebelum penutupan dilakukan.
Tanpa informasi yang jelas, penutupan jalan justru memicu kepadatan di jalur-jalur kecil dan membuat masyarakat kerepotan. Proyek pengecoran dijadwalkan rampung pada Jumat (22/5) malam, dan akses perempatan akan kembali dibuka.