Wali Kota Magelang: Ekosistem Halal Bukan Sekadar Sertifikasi, Tapi Kesadaran Produsen dari Hulu ke Hilir

Penulis: Xander Situmorang  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 12:46:24 WIB
Wali Kota Magelang Damar menekankan pentingnya kesadaran produsen dalam pembangunan ekosistem halal.

MAGELANG — Pernyataan itu disampaikan Damar dalam kegiatan Audiensi dan Sosialisasi Pembangunan Ekosistem Halal Wilayah Jawa Tengah, Selasa (19/5). Acara yang digelar di lingkungan Pemkot Magelang itu mengusung tema "Sinergi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal RI dan Pemerintah Daerah Kota Magelang".

"Esensinya itu adalah sebuah kesadaran. Sebuah kesadaran produser," kata Damar dalam keterangan tertulis Bagian Prokompim Pemkot Magelang.

Masih Banyak Produk Berlabel Halal Tanpa Verifikasi Ketat

Damar menyoroti praktik di lapangan yang masih timpang. Banyak produk sudah mencantumkan label halal, tetapi tidak dibarengi pengawasan dan verifikasi yang jelas terhadap bahan baku maupun proses produksinya.

Menurut dia, pengawasan tidak bisa dilakukan asal-asalan. Petugas yang diturunkan harus memiliki kompetensi dan sertifikasi khusus. Lebih dari itu, pengawasan mesti menjangkau seluruh mata rantai produksi—termasuk bahan tambahan seperti pewarna, campuran, hingga bahan baku lain yang berpotensi berasal dari unsur non-halal.

Pelatihan Produsen dan Pengawasan Dekat Jadi Kunci

Pemerintah, kata Damar, perlu memastikan adanya pengecekan langsung ke lapangan. Pelatihan bagi produsen makanan juga dinilai krusial agar mereka memahami standar produksi halal sesuai ketentuan syariat Islam.

Ia mendukung penguatan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di daerah sebagai perpanjangan tangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Menurutnya, pengawasan akan lebih efektif jika dilakukan dekat dengan para pelaku usaha.

“Jadi harus dekat dengan produsen-produsen, supaya mudah melakukan pendampingan dan pengawasan," ujarnya.

Biaya Sertifikasi Masih Jadi Keluhan Pelaku UMKM

Damar mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait biaya pengurusan sertifikat halal yang dinilai memberatkan, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Di proses halal bayar, tidak semua pelaku usaha, terutama UMKM, belum tentu mampu,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah dapat memperluas fasilitasi dan bantuan agar pelaku usaha kecil lebih mudah memperoleh sertifikasi halal tanpa terbebani biaya tinggi. Dengan begitu, kata Damar, pembangunan ekosistem halal di Kota Magelang bisa meningkatkan kualitas produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top