Pencarian

Atlet Panahan Semarang Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas Asian Games 2026, Pemprov Jateng Bidik Olimpiade LA 2028

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 07:16:31 WIB
Atlet Panahan Semarang Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas Asian Games 2026, Pemprov Jateng Bidik Olimpiade LA 2028
Atlet panahan asal Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, tiba di Stasiun Tawang dan disambut keluarga serta jajaran KONI Jawa Tengah.

SEMARANG — Kepulangan Nurisa Dian Ashrifah disambut keluarga, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyambutan di Stasiun Tawang itu menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan atlet asal Semarang tersebut mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, di nomor Compound Women Individual.

Nurisa mengaku tidak menyangka bisa naik podium tertinggi pada ajang tersebut. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan selama persiapan.

"Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan," kata Nurisa seusai menerima bunga dari keluarganya.

Berawal dari Film The Hunger Games

Ketertarikan Nurisa pada panahan tumbuh setelah menonton film The Hunger Games. Minat itu berkembang ketika dia duduk di bangku sekolah dasar dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolah.

Sejak menekuni olahraga tersebut, Nurisa berlatih hampir setiap hari dengan hari Minggu sebagai waktu istirahat. Atlet yang kini menempuh pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu mempersembahkan medali emas Asian Games kepada orang tua, keluarga, dan teman-temannya.

Ke depan, Nurisa membidik kesempatan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. "Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028," ujarnya.

Pemprov Jateng Siapkan Tali Asih untuk Atlet Berprestasi

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Menurutnya, prestasi Nurisa menunjukkan potensi atlet daerah untuk bersaing di tingkat internasional.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurisa. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Jawa Tengah," kata Aria.

Pemprov Jateng akan memperkuat pembinaan olahraga, terutama bagi kelompok usia muda, melalui penyelenggaraan kompetisi tingkat pelajar serta pengembangan balai pembinaan dan pelatihan olahraga pelajar. Pemerintah provinsi juga tengah mengusulkan pemberian tali asih bagi atlet berprestasi, meski besaran apresiasi tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Kami berharap Jawa Tengah menjadi gudang atlet, khususnya atlet internasional. Pemerintah provinsi akan mendukung sepenuhnya para atlet Jawa Tengah," ujarnya.

Pembinaan Panahan Jateng Berjalan Sejak 2019

Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menilai keberhasilan Nurisa merupakan hasil proses pembinaan panahan yang dibangun sejak 2019. Pembinaan itu diarahkan melahirkan atlet berkualitas melalui latihan rutin dan kompetisi yang sehat.

Perkembangan panahan Jawa Tengah terlihat pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Tim panahan Jawa Tengah meraih tiga medali emas, lima perak, dan satu perunggu pada kompetisi tersebut.

"Nurisa berlatih sejak SMP, kemudian SMA, dan sekarang sudah tampil di tingkat internasional. Kami berkeyakinan dia bisa melanjutkan prestasinya," kata Sujarwanto.

Modal Mental Bertanding dan Peringkat Dunia

Pelatih panahan Nurisa, Permadi Sandra Wibowo, mengungkapkan potensi atletnya sudah terlihat melalui sejumlah kompetisi internasional pada 2025. Salah satu pencapaiannya adalah menempati peringkat keempat dunia pada babak kualifikasi di Madrid, Spanyol.

Hasil itu menjadi salah satu dasar keyakinan tim pelatih terhadap peluang Nurisa meraih medali di Asian Games 2026. Tim pelatih tidak membebani atletnya dengan target emas, tetapi berharap Nurisa mampu menembus podium.

"Kami yakin bisa mendapatkan medali di Asian Games. Target kami saat itu adalah podium, dan alhamdulillah Nurisa berhasil menempati podium tertinggi," ujar Permadi.

Menurut Permadi, Nurisa tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga mental bertanding yang kuat. Kemampuan menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi tanpa kehilangan kepercayaan diri menjadi modal penting untuk melanjutkan prestasinya di level internasional.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks