JAWA TENGAH — Lionel Messi menutup karier internasionalnya dengan gol saat Argentina mengalahkan Benin di hadapan 85.000 penonton di Monumental, Buenos Aires. Di saat yang sama, Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal setelah berselisih dengan pelatih Jorge Jesus, memicu pertanyaan apakah karier internasionalnya juga mendekati akhir.
Laga di Monumental menjadi malam perpisahan yang layak bagi Messi. Penyerang berusia 39 tahun itu mengumumkan pensiun dari timnas Argentina pada Agustus lalu, setelah Argentina finis sebagai runner-up Piala Dunia dan menyusul meninggalnya sang ayah, Jorge. Ia menutup penampilan terakhirnya dengan sebuah gol sebelum menyampaikan pesan perpisahan kepada publik Buenos Aires.
Pensiun Messi mengakhiri perjalanan internasional yang menghasilkan satu gelar Piala Dunia dan dua Copa America bersama La Albiceleste. Stadion Monumental yang terisi penuh menjadi saksi bagaimana publik Argentina memberi penghormatan terakhir kepada pemain yang dianggap sebagai salah satu terbaik sepanjang sejarah.
Ronaldo Tinggalkan Kamp Portugal Setelah Tak Dimainkan
Sekitar 10.000 kilometer dari Buenos Aires, Cristiano Ronaldo justru meninggalkan kamp timnas Portugal pekan lalu. Penyerang Al-Nassr itu tidak dimainkan saat Portugal mengalahkan Norwegia di Nations League, lalu mengetahui dirinya juga tidak akan menjadi starter menghadapi Denmark pada November.
Ronaldo kemudian merilis pernyataan hampir 2.000 kata di Instagram. Ia menuduh pelatih Jorge Jesus melakukan "pelanggaran kepercayaan yang absolut" dan dua kali "mengingkari janjinya". Menurut Ronaldo, Jesus semula menjanjikan menit bermain melawan Norwegia, lalu berubah pikiran soal versi kejadian yang akan disampaikan ke media.
Dalam pernyataannya, Ronaldo meminta maaf kepada para penggemar dan rekan setimnya karena meninggalkan kamp. Ia juga menyebut konsekuensi dari tindakannya harus "dinilai dan dihukum". Namun ia menegaskan belum menutup pintu untuk timnas Portugal.
"Kami akan punya satu atau lebih laga perpisahan, akan ada waktunya untuk itu," tulis Ronaldo dalam pernyataannya.
Pelatih Bilang Pintu Terbuka, Pengamat Bilang Sebaliknya
Jorge Jesus menyatakan pintu timnas tetap terbuka bagi Ronaldo jika ia memilih kembali. Namun banyak pihak menilai kerusakan hubungan keduanya sudah terlalu dalam. Jurnalis sepak bola Portugal, Jose Delgado, menilai pernyataan Ronaldo yang menyebut Jesus pembohong tiga kali membuat rekonsiliasi nyaris mustahil.
"Saya tidak berpikir ada jalan kembali. Dalam pernyataannya, Ronaldo bilang akan kembali ke timnas, tapi di saat yang sama ia menyebut Jesus pembohong tiga kali," kata Delgado kepada BBC Radio 5 Live.
Delgado juga merujuk hasil jajak pendapat di Portugal. Hanya 15 persen responden yang membela Ronaldo. "Kami berutang banyak padanya, tapi waktunya sudah habis dan dia harus memahami itu. Masalahnya, Ronaldo tidak memahaminya. Dia ingin terus bermain seperti masih berusia 24, bukan 41," ujarnya.
Meski begitu, Delgado menegaskan jasa Ronaldo bagi sepak bola Portugal tidak terbantahkan. "Apa yang dilakukan Ronaldo untuk sepak bola Portugal unik dan luar biasa. Kita harus berterima kasih atas semua pengabdiannya. Tapi di usia 41, dia tidak punya tempat di starting XI terbaik Portugal," tuturnya.
Rekor 146 Gol dan Ambisi 1.000 Gol
Ronaldo telah mencetak 146 gol dalam 234 penampilan bersama Portugal, keduanya rekor dunia. Ia turut mengantar Portugal juara Euro 2016 dan dua kali Nations League. Di level klub dan negara, ia kini mengoleksi 979 gol dan mengejar angka 1.000.
Ambisi itu dinilai membuat Ronaldo kecil kemungkinan pensiun dari timnas secara sukarela dalam waktu dekat. Namun sikapnya meninggalkan kamp tanpa izin memunculkan pertanyaan apakah posisinya masih bisa dipertahankan.
Spanduk Dukungan dan Perpecahan di Kalangan Fans
Opini publik Portugal terbelah. Sejumlah baliho di Lisbon memuji Ronaldo dan mengkritik Jesus. Tulisan dalam bahasa Portugis di baliho itu berbunyi: "Terima kasih Cristiano Ronaldo atas semua yang kau lakukan untuk Portugal. Kau akan selalu menjadi kapten kami. Jorge Jesus tidak mampu menjalankan tugas. Kurang sensitif. Memperlakukan kapten dengan salah. Ego yang menggelembung."
Di laga melawan Denmark, sebagian penggemar mengenakan kaus bertuliskan 'Love you Jesus', sementara yang lain tampil penuh atribut Ronaldo. Perpecahan ini menunjukkan bagaimana isu Ronaldo telah menjadi perdebatan besar di sepak bola Portugal.
Kontras antara perpisahan Messi yang penuh penghormatan dan situasi Ronaldo yang berakhir dalam konflik menandai babak berbeda bagi dua ikon sepak bola dunia. Messi menutup buku dengan gol dan tepuk tangan 85.000 orang. Ronaldo masih menulis babaknya, meski banyak yang menilai halaman terakhirnya sudah dekat.