Pencarian

Hujan Mulai Turun di Jateng, Petani Tadah Hujan Diminta Waspadai Salah Mongso Sebelum Tanam

Jumat, 02 Oktober 2026 • 07:16:01 WIB
Hujan Mulai Turun di Jateng, Petani Tadah Hujan Diminta Waspadai Salah Mongso Sebelum Tanam
Petani di Wonogiri menunggu hujan untuk mengairi lahan tadah hujan.

WONOGIRI — Keterlambatan awal musim hujan di Jawa Tengah tidak berlangsung serentak. Sejumlah daerah baru akan memasuki musim hujan pada akhir November hingga pertengahan Desember, sementara wilayah lain lebih dulu basah oleh hujan konsisten.

Banjarnegara dan Wonosobo diperkirakan paling awal memasuki musim hujan, sekitar awal November. Rembang, Pati bagian utara, dan Jepara justru paling belakang. Untuk Wonogiri bagian selatan, awal musim hujan baru diprediksi sekitar pertengahan Desember.

Mengapa Hujan Pertama Belum Tanda Musim Hujan Tiba

Hujan yang turun pada masa peralihan belum otomatis menandakan musim hujan sudah mapan. Hujan bisa terjadi sporadis, lalu berhenti beberapa hari atau lebih lama. Dalam bahasa publik, kondisi itu disebut hujan tipuan.

"Di dalam bahasa publik itu ada hujan tipuan, atau dalam bahasa Jawa hujan salah mongso atau salah musim," kata Goeroeh.

Bagi petani tadah hujan, hujan sekali atau beberapa kali belum tentu menyediakan cadangan air yang cukup untuk menopang tanaman sampai periode hujan berikutnya. Karena itu, satu kali hujan tidak bisa dijadikan patokan langsung untuk mulai menanam.

"Kalau ada irigasi teknis, ada air, mungkin sudah bisa melakukan. Tapi yang kami sampaikan ini adalah petani-petani yang menggunakan air dengan tadah hujan," jelasnya.

El Niño dan Mundurnya Awal Musim Hujan 2026

Kemarau Jawa Tengah tahun 2026 dipengaruhi sejumlah faktor iklim. Salah satunya fenomena El Niño yang membuat awal musim hujan mundur dibanding kondisi normal.

"Karena kemarau tahun 2026 ini ada fenomena global yang mempengaruhi, salah satunya adalah El Nino," ujar Goeroeh, Kamis (1/10/2026).

Meski datang terlambat, musim hujan 2026/2027 diperkirakan bersifat normal. Puncak musim hujan juga tidak serentak: sebagian wilayah mencapai puncak pada Januari, daerah lain baru pada Februari hingga Maret.

Wonogiri Selatan Paling Belakang, Banjarnegara Paling Awal

Perbedaan waktu awal musim hujan membuat patokan "Jateng sudah masuk musim hujan" tidak berlaku untuk semua daerah. Petani perlu melihat kondisi wilayah masing-masing sebelum menentukan jadwal tanam.

"Jadi meskipun Jawa Tengah itu satu wilayah, ada variasi datangnya awal musim hujan yang berbeda-beda," kata Goeroeh.

Saat curah hujan mulai meningkat, warga juga perlu mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor. Informasi terbaru dari BMKG menjadi rujukan penting agar hujan salah mongso tidak membuat jadwal tanam meleset.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglosemarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks