KUDUS — Nur Hadi, yang juga memiliki usaha pijat di kawasan Pasar Brayung, menyampaikan permintaan itu secara langsung. Menurutnya, pembangunan jalan sebenarnya disambut positif warga. Namun, proses yang belum tuntas membuat mobilitas dan kegiatan perdagangan ikut terdampak.
"Kalau bisa dipercepat pembangunannya. Kalau memang masih ada dan kemanusiaan masih ada, tolong dipercepat. Karena bisa mengganggu fasilitas kegiatan masyarakat," kata Nur Hadi.
Dampak paling terasa menurut Nur Hadi adalah akses. Warga kesulitan beraktivitas seperti biasa, dan imbasnya menjalar ke kegiatan ekonomi di sekitar jalan.
"Ya ini, terganggu secara ekonomi itu pasti. Sepanjang perdagangan, baik warga sini maupun luar warga Mejobo itu pasti," ujarnya.
Pedagang di sepanjang tepi jalan menjadi pihak yang paling terdampak. Berkurangnya akses membuat sebagian calon pembeli memilih tidak datang. Nur Hadi menyebut ada pelaku usaha yang sampai berhenti berjualan.
"Di pasar masih tetap biasa, tetapi ya tetap berkurang. Yang di sepanjang tepi jalan ini yang kasihan karena masalah aksesnya," katanya.
Selain akses, debu menjadi persoalan selama pengerjaan. Nur Hadi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan debu dibandingkan kendala akses yang dirasakan masyarakat.
Kepadatan lalu lintas biasanya semakin terasa pada jam berangkat dan pulang kerja serta waktu berangkat dan pulang sekolah. Pada waktu tersebut, arus kendaraan meningkat sehingga kondisi jalan yang sedang dibangun semakin terasa dampaknya.
Ruas jalan yang diperbaiki diperkirakan memiliki panjang hampir 300 meter. Pengerjaan dimulai dari depan Pasar Brayung hingga depan Masjid Mejobo.
Nur Hadi menilai ruas tersebut berperan penting bagi mobilitas masyarakat karena merupakan jalur utama, bukan sekadar jalan alternatif. Kendaraan dari sejumlah wilayah seperti Sukolilo dan Kayen di Kabupaten Pati hingga Purwodadi disebut kerap melintas melalui jalur tersebut ketika menuju Kudus.
"Ini jalur utama. Dari Pati, Sukolilo, Kayen, Purwodadi bahkan lewatnya sini. Lebih cepat sini, lebih enak kalau mau ke Kudus," jelasnya.
Nur Hadi menegaskan, masyarakat sangat mendukung pembangunan tersebut. Perbaikan jalan dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur warga.
"Harapannya dipercepat, itu saja. Dan diperbagus kualitasnya, nah ini yang penting," ujarnya.
Dengan tingginya aktivitas kendaraan, Nur Hadi berharap pengerjaan dapat segera rampung. Akses masyarakat kembali normal, dan aktivitas ekonomi pedagang di sekitar Pasar Brayung tidak terus terganggu.