Rupiah Menguat 33 Poin ke Rp17.866, Ditopang Rebound Euro dan Sikap Wait and See Investor

Penulis: Yanto Prasetya  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:49:01 WIB
Rupiah dibuka menguat 33 poin ke Rp17.866 per dolar AS pada Rabu (7/10).

JAWA TENGAH — Nilai tukar rupiah dibuka menguat 33 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.866 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10) pagi, dibandingkan posisi sebelumnya. Penguatan terjadi saat investor menahan posisi menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan risalah pertemuan FOMC malam nanti.

Penguatan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China naik tipis 0,02 persen dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,03 persen. Sebaliknya, peso Filipina turun 0,08 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, yen Jepang turun 0,18 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,02 persen. Dolar Hong Kong bergerak datar.

Mata uang utama negara maju justru seluruhnya melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa terkoreksi 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,13 persen, dolar Australia turun 0,06 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,14 persen.

Rebound Euro Tekan Indeks Dolar AS

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah hari ini masih dibayangi sikap hati-hati pelaku pasar. Menurutnya, indeks dolar AS terpantau terkoreksi seiring penguatan kembali euro.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas. Investor cenderung wait and see menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan risalah pertemuan (minutes) FOMC malam ini," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/10).

"Indeks dolar AS sendiri terpantau terkoreksi oleh rebound pada euro," ujarnya menambahkan.

Rentang Gerak Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Rentang tersebut mencerminkan potensi penguatan terbatas di tengah minimnya katalis domestik pada sesi pagi.

Dua agenda yang menjadi fokus pelaku pasar adalah rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan siang ini, serta risalah rapat FOMC yang akan dirilis malam nanti. Keduanya dinilai bisa menentukan arah lanjutan pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Cadangan Devisa dan FOMC Jadi Penentu Arah

Data cadangan devisa menjadi perhatian karena mencerminkan kemampuan Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal. Sementara risalah FOMC akan memberi petunjuk soal arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan, yang selama ini menjadi faktor utama pergerakan dolar AS global.

Bagi pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, rentang pergerakan hari ini relatif sempit. Namun investor asing yang memantau pasar obligasi dan saham Indonesia masih cenderung menunggu sinyal dari kedua data tersebut sebelum menentukan posisi.

Penguatan 33 poin pagi ini menempatkan rupiah pada level yang masih jauh dari titik terkuatnya sepanjang tahun. Pergerakan lanjutan akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap data cadangan devisa dan nada risalah FOMC malam nanti.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top