Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916, Analis Proyeksi Bergerak di Rentang Rp17.850–Rp17.950

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:49:31 WIB
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.916 per dolar AS pada Selasa (6/10) pagi.

JAWA TENGAH — Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.916 per dolar AS pada Selasa (6/10) pagi, menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan mata uang Garuda sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak naik terhadap dolar AS. Analis memperkirakan rupiah bergerak terbatas di rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 sepanjang hari ini.

Pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan mengikuti tren penguatan yang terjadi di kawasan Asia. Yuan China mencatat kenaikan 0,02 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, dan yen Jepang naik 0,03 persen terhadap dolar AS.

Namun, tidak semua mata uang Asia bergerak searah. Peso Filipina justru melemah 0,24 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,22 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01 persen.

Euro dan Poundsterling Ikut Menguat, Dolar Australia Terkoreksi

Di pasar mata uang utama negara maju, euro Eropa menguat 0,01 persen dan poundsterling Inggris naik 0,03 persen terhadap dolar AS. Sebaliknya, dolar Australia terkoreksi 0,01 persen dan franc Swiss melemah 0,04 persen. Dolar Kanada tercatat bergerak datar.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah didorong oleh tertekannya dolar AS setelah data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat menunjukkan pelemahan.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ISM Services AS yang lebih lemah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Imbal Hasil Obligasi AS dan Harga Minyak Jadi Penahan Penguatan

Meski demikian, Lukman mengingatkan ruang penguatan rupiah masih terbatas. Dua faktor utama yang menahan laju apresiasi mata uang Garuda adalah imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi serta kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh masih tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia," katanya.

Pelaku pasar juga masih menanti sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data tersebut mencakup cadangan devisa, keyakinan konsumen, dan penjualan ritel.

"Investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini, di antaranya cadangan devisa, kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel," ujar Lukman.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level tersebut mencerminkan ekspektasi pasar yang masih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi domestik.

Bagi pelaku usaha yang memiliki eksposur terhadap dolar AS, pergerakan terbatas ini memberi ruang untuk mengatur strategi lindung nilai. Sementara investor asing diperkirakan masih mencermati kombinasi antara data ekonomi AS dan Indonesia sebelum mengambil posisi lebih besar di pasar domestik.

Reporter: Usman Harun
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top