SEMARANG — Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jatibarang tidak berhenti pada upaya pemadaman api. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan memantau kualitas udara dan menyiapkan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak paparan asap. Pemantauan lingkungan, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, hingga penyampaian informasi ke masyarakat berjalan bersamaan dengan proses pemadaman.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam menegaskan penanganan harus dilakukan terpadu agar dampak terhadap warga bisa ditekan.
"Prioritas utama saat ini adalah mengendalikan dan memadamkan kebakaran secepat mungkin pada sumbernya, sekaligus melindungi masyarakat agar paparan asap dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan," ujar Hakam, Kamis (1/9).
Dinas Kesehatan Kota Semarang menyoroti kandungan partikulat halus atau PM2.5 dalam asap kebakaran TPA. Ukuran partikel yang sangat kecil memungkinkan masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan dibanding partikel debu biasa.
Asap dari material yang terbakar di tempat pembuangan sampah tidak hanya terdiri atas satu jenis zat. Berbagai partikel dan gas bercampur dalam kabut yang menyebar ke permukiman sekitar.
Kondisi itu membuat warga di wilayah terdampak perlu membatasi diri dari paparan langsung, terutama saat asap terlihat pekat atau tercium kuat.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih mengganggu. Aktivitas fisik berat juga sebaiknya ditunda sementara karena dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup.
Langkah sederhana yang dianjurkan: menutup pintu dan jendela rumah untuk membatasi masuknya udara dari luar. Bagi rumah yang menggunakan pendingin udara, mode resirkulasi dapat diaktifkan apabila tersedia.
Warga disarankan lebih banyak berada di dalam ruangan hingga kabut asap mereda. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi prioritas perhatian karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah terhadap paparan partikel.
Hakam menekankan bahwa pemadaman api harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
"Dalam situasi seperti ini, penanganan tidak cukup hanya dilakukan pada titik kebakaran. Upaya pemadaman harus berjalan bersama dengan pemantauan kondisi lingkungan dan kualitas udara, kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, serta komunikasi dan edukasi yang cepat kepada masyarakat," kata Hakam.
Dinas Kesehatan Kota Semarang terus memantau perkembangan kualitas udara di sekitar TPA Jatibarang. Informasi kepada warga disampaikan secara berkala agar langkah pencegahan bisa segera dilakukan.
Warga yang mengalami keluhan pernapasan, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lain akibat paparan asap diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.