21.000 Halaman Manuskrip Keraton Solo Mulai Didigitalisasi, Libatkan British Library

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 29 September 2026 | 07:16:31 WIB
Proses digitalisasi 21.000 halaman manuskrip Karaton Kasunanan Surakarta resmi dimulai di Sasono Pustoko, Solo.

SOLO — Digitalisasi manuskrip Karaton Kasunanan Surakarta resmi dimulai melalui kegiatan selamatan di Sasono Pustoko, Senin (28/9/2026). Manasa menggandeng Perpustakaan Nasional RI dan British Library dari Inggris untuk menggarap 21.000 halaman naskah kuno yang kondisinya terus menua.

Pengerjaan program ini direncanakan berlangsung sekitar dua tahun. Selain memindai isi naskah, tim juga melakukan pendataan, pembuatan metadata, dan penyusunan katalog.

Mengapa Manuskrip Keraton Solo Perlu Segera Didigitalisasi

Kerusakan fisik menjadi alasan utama percepatan program. Naskah yang tersimpan ratusan tahun di Sasono Pustoko rentan terhadap kelembapan, jamur, dan kerapuhan kertas.

Digitalisasi menjadi jalan tengah antara melestarikan bentuk fisik dan membuka akses seluas mungkin bagi masyarakat. Tanpa pemindahan ke format digital, risiko kehilangan isi naskah akibat kerusakan permanen sulit dihindari.

Apa Saja yang Dikerjakan dalam Program Ini

Ada tiga pekerjaan utama yang berjalan paralel. Pertama, pemindaian halaman naskah dalam resolusi tinggi. Kedua, pendataan dan pembuatan metadata untuk setiap koleksi.

Ketiga, penyusunan katalog digital yang memungkinkan penelusuran koleksi berdasarkan judul, kategori, atau kata kunci tertentu.

  • Pemindaian 21.000 halaman manuskrip
  • Pendataan dan pembuatan metadata koleksi
  • Penyusunan katalog untuk penelusuran digital

Kolaborasi Tiga Lembaga di Balik Proyek

Manasa berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan. Perpustakaan Nasional RI menyediakan dukungan kelembagaan dan standar pengelolaan naskah.

British Library dari Inggris terlibat dalam pendanaan dan pendampingan teknis. Pola kerja sama lintas negara ini lazim dipakai untuk proyek pelestarian warisan dokumenter yang volumenya besar.

Dampak bagi Peneliti dan Masyarakat Umum

Setelah rampung, peneliti tidak lagi perlu datang langsung ke Solo untuk membaca naskah asli. Akses digital memangkas biaya dan waktu, sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat penanganan fisik berulang.

Masyarakat umum juga bisa mempelajari isi manuskrip yang selama ini terbatas pada kalangan tertentu. Pembukaan akses ini berpotensi memunculkan kajian baru dari peneliti di luar lingkungan keraton.

Proyek dua tahun ini menjadi salah satu upaya terbesar pelestarian naskah kuno di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: jateng.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top