Embung Sambongan Blora Kering, Puluhan Hektare Jagung Petani Jepangrejo Terancam Gagal Panen

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 19 September 2026 | 12:17:01 WIB

BLORA — Embung Sambongan yang selama ini menjadi andalan irigasi warga Desa Jepangrejo tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Debit air terus menyusut hingga dasar embung mengering dan tanahnya tampak retak-retak.

Petani jagung setempat, Wiji, menyebut kondisi itu berdampak langsung pada tanaman yang telah mereka tanam. Minimnya pasokan air membuat pertumbuhan dan perkembangan buah jagung tidak maksimal.

"Air dari embung selama ini sangat membantu untuk mengairi lahan. Sekarang embung mulai mengering sehingga tanaman jagung kekurangan air," kata Wiji, Sabtu, 19 September 2026.

Puluhan Hektare Lahan Terdampak Kekeringan

Kepala Dusun Jepangrejo, Kustadi Ramli, mengatakan puluhan hektare lahan pertanian warga terdampak mengeringnya Embung Sambongan. Tanaman jagung tidak mampu berkembang maksimal saat kekurangan air pada masa pertumbuhan.

"Embung ini selama ini menjadi andalan petani untuk mengairi lahan. Karena sekarang airnya mengering, puluhan hektare tanaman jagung mengalami gagal panen," kata Kustadi.

Selama ini Embung Sambongan menjadi salah satu sumber irigasi utama bagi lahan pertanian warga desa tersebut. Para petani mengandalkan ketersediaan air dari embung, terutama saat memasuki musim kemarau.

Dasar Embung Retak, Sejumlah Bagian Rusak

Pantauan di lokasi menunjukkan dasar Embung Sambongan mulai mengering. Tanah yang sebelumnya terendam air kini tampak retak-retak, dan sejumlah bagian embung terlihat mengalami kerusakan.

Kondisi itu memperlihatkan besarnya ketergantungan pertanian warga terhadap sumber air permukaan pada musim kemarau. Ketika debit embung menyusut, tidak ada pasokan pengganti yang bisa menutup kebutuhan air tanaman.

Para petani kini hanya bisa berharap hujan segera turun untuk mengembalikan ketersediaan air. Apabila kemarau terus berlangsung, mereka khawatir kerugian akibat gagal panen semakin besar.

Bagi petani di Jepangrejo, turunnya hujan menjadi harapan untuk menyelamatkan tanaman jagung yang masih tersisa.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top