Dulu Rumah Kuli Bangunan di Kudus Ini Sering Banjir dan Dinding Rapuh, Kini Nyaman Berkat Bantuan RTLH Pemprov Jateng

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 29 Juni 2026 | 22:39:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau rumah Hadi Mulyono yang telah diperbaiki melalui program RTLH di Kudus.

KUDUS — Hadi Mulyono tak kuasa menahan rasa syukur ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berkunjung ke rumahnya di Gondangmanis, Senin lalu. Rumah yang selama seperempat abad ia tempati bersama keluarga kini benar-benar berubah.

“Terima kasih Pak Luthfi atas bantuannya. Saya senang sekali, senang bisa membangun rumah,” ujar Hadi kepada gubernur saat kunjungan tersebut.

Sebelum diperbaiki, kondisi rumah Hadi memprihatinkan. Posisi bangunan lebih rendah dari permukaan jalan sehingga setiap hujan deras, air langsung masuk ke dalam rumah. Dindingnya juga sudah rapuh karena material awal hanya menggunakan pasir sungai, bukan campuran yang kuat.

Penghasilan Seratus Ribu Sehari Tak Cukup untuk Renovasi

Hadi bekerja sebagai kuli bangunan di proyek dengan upah Rp100 ribu per hari. Istrinya bekerja di pabrik, sementara anak pertama juga bekerja di pabrik kertas. Namun, dari penghasilan itu, ia mengaku tak pernah bisa mengumpulkan uang cukup untuk merenovasi rumah.

“Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup. Tertolong sekali dengan adanya bantuan dari Pak Luthfi ini,” tuturnya.

254 Rumah di Kudus Diperbaiki pada 2025

Hadi adalah satu dari 254 warga Kabupaten Kudus yang menerima bantuan perbaikan RTLH dari APBD Provinsi Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2025. Peresmian simbolis program ini digelar di Balai Desa Gondangmanis dan dihadiri seluruh penerima manfaat.

Pada 2026, Pemprov Jateng kembali menggelontorkan bantuan serupa untuk 47 unit rumah di Kudus.

Target 5.000 Unit pada 2026, Ribuan Lainnya dari Skema Lain

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, secara total pada 2025 sebanyak 274.514 unit rumah tidak layak huni di Jawa Tengah telah diperbaiki melalui berbagai skema pembiayaan. Rinciannya, 17.000 unit dari APBD Provinsi, sisanya dari APBN, APBD kabupaten/kota, CSR perusahaan, dan swadaya masyarakat.

“Program perbaikan RTLH ini merupakan stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan di tempat kita,” kata Luthfi saat peresmian di Balai Desa Gondangmanis.

Untuk 2026, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan 5.000 unit RTLH. Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga meningkat drastis, dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30.037 unit pada 2026.

Kolaborasi dengan Baznas dan Dunia Usaha

Pemprov Jateng juga menggandeng Baznas dan sektor swasta. Pada 2025, sebanyak 4.012 unit RTLH diperbaiki lewat CSR dan Baznas. Tahun ini, ditargetkan 1.550 unit dari Baznas (750 unit), PT Djarum (500 unit), dan Bank Jateng (300 unit).

Selain perbaikan rumah, Luthfi menambahkan bahwa intervensi kemiskinan di Jateng juga mencakup bantuan permodalan, pendidikan, hingga pemenuhan gizi dan kesehatan. “Sehingga ke depannya kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka kemiskinan dapat kita reduksi,” ujarnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top