SOLO — Simon Tahamata, legenda sepak bola Belanda yang kini menjabat sebagai Head of Scouting PSSI, membeberkan potensi besar yang dimiliki Timnas Indonesia U-17. Menurutnya, tim asuhan pelatih Nova Arianto itu menyimpan banyak "berlian yang belum diasah" yang kelak bisa menjadi pilar Timnas Senior.
Simon menargetkan dalam tiga tahun ke depan, para pemain Garuda Muda sudah memiliki jam terbang dan kematangan untuk naik level ke tim senior. Ia melihat bakat-bakat mentah yang perlu ditempa secara sistematis agar tidak mandek di level junior.
"Ada banyak berlian yang belum diasah di tim ini. Kami punya waktu tiga tahun untuk memoles mereka agar siap bermain di level senior," ujar Simon dalam sesi jumpa pers di Solo, menjelang laga uji coba melawan Malaysia.
Pertandingan melawan Malaysia di Solo menjadi salah satu ajang evaluasi bagi Simon dan tim kepanduan bakat PSSI. Ia ingin melihat sejauh mana perkembangan pemain setelah mengikuti pemusatan latihan dan turnamen sebelumnya.
Simon menekankan pentingnya kompetisi reguler dan program pembinaan berkelanjutan agar potensi pemain muda tidak terbuang. Ia juga mendorong klub-klub Liga 1 dan Liga 2 untuk mulai memberikan menit bermain kepada pemain U-17 yang sudah siap.
Menurut Simon, beberapa pemain di skuad saat ini memiliki kualitas individu di atas rata-rata. Namun, ia mengingatkan bahwa bakat saja tidak cukup tanpa disiplin dan mental juara.
"Kami punya pemain dengan teknik bagus, kecepatan, dan visi bermain. Tapi yang paling penting adalah bagaimana mereka terus berkembang dan tidak cepat puas," tambahnya.
Simon juga menyoroti pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk federasi, klub, dan orang tua, untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang ideal bagi pemain muda Indonesia.