Fenomena ini menarik diamati karena data menunjukkan permintaan penonton justru mengarah ke arah sebaliknya. Laporan "Hollywood Diversity Report" 2024 dari UCLA menyebutkan bahwa tayangan dengan narasi LGBTQ memiliki rating median lebih tinggi dan percakapan media sosial yang lebih ramai dibandingkan tayangan tanpa representasi tersebut. "Audience saat ini haus akan cerita dan pencerita yang beragam," tulis Ana-Christina Ramón dan Michael Tran, rekan penulis laporan itu, kepada WIRED.
Serial Heated Rivalry yang tayang di Crave dan HBO Max musim dingin lalu mendapat sambutan luar biasa bukan karena hoki, melainkan karena dinamika queer yang jarang diangkat. Cerita tentang hubungan rahasia antara Ilya Rozanov (Connor Storrie) dan Shane Hollander (Hudson Williams) ini sukses besar di kalangan perempuan hetero, bahkan memicu fenomena fujoshi — penggemar perempuan yang menikmati kisah cinta antarlaki-laki.
Matt Puretz, peneliti senior UCLA Center for Storytellers and Scholars, mengatakan bahwa sifat tabu dari hubungan dua atlet pria di lingkungan olahraga yang sangat maskulin menjadi daya tarik utama. "Kita jarang melihat serial queer yang berani diikuti dengan lebih banyak konten serupa, karena industri kerap gagal memahami apa yang sebenarnya disukai penonton," ujarnya kepada WIRED.
Prime Video menghadirkan Off Campus yang bercerita tentang Hannah Wells, seorang musisi pendiam yang setuju menjalin hubungan palsu dengan kapten tim hoki kampus Garrett Graham demi bimbingan mata kuliah filsafat. Sementara Netflix mengumumkan Icebreaker yang mengisahkan seorang atlet figure skating jatuh cinta dengan pemain hoki setelah dipaksa berlatih di arena yang sama. Keduanya mengadaptasi novel populer — Off Campus dari seri buku Elle Kennedy, Icebreaker dari novel Hannah Grace — dan sama-sama mengusung formula "musuh jadi kekasih" yang lazim di platform seperti Wattpad dan AO3.
Kekecewaan penggemar Heated Rivalry meledak di media sosial. Sebuah akun penggemar menulis di X bahwa perusahaan mengambil pesan yang salah dari kesuksesan serial tersebut. "Kami tidak ingin lebih banyak hoki, kami ingin lebih banyak konten gay. BUATLAH HEATED RIVALRY VERSI LESBIAN. LAKUKAN SESUATU." Akun lain mengecam industri hiburan yang menganggap "pembelajaran dari Heated Rivalry adalah lebih banyak roman olahraga hetero, bukan cerita queer dengan sutradara queer di belakangnya."
Terlepas dari kritik, Off Campus tetap meraih angka tontonan yang cukup tinggi meskipun dialognya dinilai kaku dan karakternya datar. Ini menunjukkan bahwa Hollywood mungkin tidak akan mengubah pendekatannya dalam waktu dekat — selama versi "straight-washed" masih menghasilkan uang.